Kasihan, Lelaki Lajang Ini Meninggal di Warung Karena Ini

Warga Hutapaung Induk, kecamatan Pollung, Humbang Hasundutan (Humbahas), Jusni Nadeak (31), ditemukan

Penulis: Arjuna Bakkara |
ist
ist 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.Com, HUMBAHAS- Warga Hutapaung Induk, kecamatan Pollung, Humbang Hasundutan (Humbahas), Jusni Nadeak (31), ditemukan tewas di sebuah warung di desanya, yakni Lumban Pandiangan, Jumat (10/11/2017). Dia ditemukan tewas dalam keadaan tertutup selimut.

Pertama sekali mayat tersebut ditemukan Juliana Pandiangan (28), selaku pemilik warung. Awalnya Juliana hendak membangunkan Jusni yang mengira hanya tertidur di depan warungnya, namun saat dibanguni Jusni sudah tidak bernyawa.

"Saat dibanguni, ternyata Jusni sudah meninggal," ujar Juliana.

Kata Juliana, sehari sebelumnya pada Kamis sekira pukul 10 pagi Jusni datang ke warung muliknya. Kemudian pria bernasib malang itu tidur-tiduran di warung milik Juliana.

 Sebelumnya Juliana beranggapan Jusni kelelahan. Hingga sore harinya, dia membiarkan Jusni tidur-tiduran di warung miliknya. Apalagi, Jusni sudah sering mengunjungi warungnya.

Namun, saat Juliana membuka warungnya, pada Junat 10 November 2017 pukul 08.00 WIB lalu mencoba membangunkan pria tersebut untuk menawari minum teh dan sarapan, rupanya tidak ada lagi jawaban. Lelaki bermarga Nadeak itu pun tak kunjung bangun.

Panik melihat Jusni, lalu Juliana memanggili warga sekitar. Warga sekitar pun geger dan berkerumun di dekat warung tersebut.

Kapolsek Pollung Iptu Nover Gultom bersama jajarannya pun tampak terlihat turun ke lokasi juga Kepala Puskesmas Pollung dr Gunawan Sinaga.

 Setelah dicek oleh dr Gunawan, pria ini dinyatakan sudah benar-benar meninggal dunia. Kapolsek Pollung Iptu Nover Gultom saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Dia mengaku masih mengumpulkan beberapa keterangan dari saksi-saksi dan dari pihak keluarga korban.

Sementara Manotas Nadeak (54), pihak keluarga korban menyebutkan kalau pria lajang tersebut diketahui sudah lama mengidap penyakit epilepsi atau ayan. Karenanya, mereka meminta mayat korban tak perlu diambil tindakan dioutopsi.

Saat dikonfirmasi, Humas Polres Humbahas, terkait kejadian itu Iptu R Sianipar mengatakan, sehari-hari Jusni berprofesi sebagai petani di Desa Huta Paung Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan.

 Dia menambahkan, setelah personil Polsek Pollung mendatangi TKP bersama dokter dari Puskesmas Hutapaung, pihak keluarga menyatakan tidak bersedia dilakukan outopsi terhadap korban.

Alasannya, dikarenakan kematian korban diduga semasa hidupnya mengidap penyakit epilepsi atau ayan. Personel Polsek Pollung pun menyerahkan mayat korban kepada keluarga.

(cr1/tribunmedan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved