Matanya Bengkak, Akibat Penganiayan sang Ayah, JR Tolong Bocah 10 Tahun

Bupati Simalungun JR Saragih kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat

Matanya Bengkak, Akibat Penganiayan sang Ayah, JR Tolong Bocah 10 Tahun
JR menolong Putera Tambunan yang mengalami pembengkakan di mata bagian kiri 

Laporan wartawan Tribun Medan/M Azhari Tanjung

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Bupati Simalungun JR Saragih kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat. Kali ini, JR menolong Putera Tambunan yang mengalami pembengkakan di mata bagian kiri.

Seperti diketahui, Pembengkakan tersebut diakibatkan tindak kekerasan oleh sang ayah selama satu tahun belakangan terhadap putera.

"Bocah 10 tahun bernama Putera Tambunan dibawa ke Panti Asuhan Elim oleh Pendeta Resort dari Tanjung Balai, saat datang kondisi matanya sudah membengkak," ucap Pengasuh anak-anak Panti Asuhan Elim Pdt. David Nababan di Panti Asuhan Elim, Kota Siantar, Sumatera Utara, baru-baru ini.

Bupati Simalungun JR Saragih yang memiliki kepekaan tinggi langsung melihat kondisi Putera Tambunan.

Dengan cepat, dirinya langsung memerintahkan Direktur Rumah Sakit Tuan Rondahaim dr. Lidya Saragih untuk segera menindaklanjutinya.

"Masyarakat di Sumatera Utara harus hidup sehat, tidak pandang bulu baik itu anak-anak maupun orang dewasa. Dengan hidup sehat, semua bisa beraktivitas dengan baik maka pertumbuhan perekonomian masyarakat menjadi lebih baik," lanjutnya.

Di sisi lain, Direktur Rumah Sakit Tuan Rondahaim dr. Lidya Saragih maka pihaknya akan membawa bocah 10 tahun ini untuk dilakukan pengecekan. Nantinya, akan bisa diketahui sejauhmana penyakit yang diidapnya.

"Yang pasti di bagian kepala akan dilakukan CT scan dan MRI, melalui cara ini akan mudah diketahui seberapa besar penyakit yang ada di bagian kelopak mata sebelah kiri," bebernya.

Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan dokter syaraf maupun dokter anak. Hal ini dilakukan, mengingat Putera Tambunan masuk dalam kategori anak-anak.

"Anak-anak dengan orang dewasa tentunya berbeda, untuk anak-anak maka tidak bisa sembarangan dilakukan tindakan. Pasalnya, dari sisi kekuatan tubuh sangat berbeda. Bila dilihat efek kekerasan sudah tampak terlihat. Selain pembengkakan di kelopak mata kiri, terdapat pula gerakan-gerakan yang secara tidak langsung terus menerus muncul," tutupnya.

(ari/tribun-medan.com)

Penulis:
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved