Ternyata Edi Habisi Nyawa Richard dengan Batu Gilingan yang Kemudian Dibuang ke Sungai

Edi Aprianto (33), Pelaku penganiayaan yang menyebabkan kematian terhadap Richard Vanes Pakpahan

Ternyata Edi Habisi Nyawa Richard dengan Batu Gilingan yang Kemudian Dibuang ke Sungai
Tribun Medan/Indra
Wakapolres Deliserdang, Kompol Yudi Frianto di dampingi Kasat Reskrim, AKP Ruzi Gusman menunjukkan barang bukti hasil kejahatan yang dilakukan oleh Edi Aprianto Kamis, (16/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM- Edi Aprianto (33), Pelaku penganiayaan yang menyebabkan kematian terhadap Richard Vanes Pakpahan (16) yang merupakan siswa Roma Katolik (RK) Serdang Murni Lubukpakam berhasil ditangkap di kawasan Seirampah Kabupaten Serdangbedagai.

Hal ini dijelaskan oleh Wakapolres Deliserdang, Kompol Yudi Frianto di dampingi Kasat Reskrim, AKP Ruzi Gusman Kamis, (16/11/2017).

" Tadi malam jam 21.00 pelaku berhasil kita tangkap di Seirampah. Setelah kejadian dia bersembunyi di sana di tempat saudaranya,"ujar Yudi.

Mantan Wakasat Narkoba Polrestabes Medan ini mengatakan kalau pelaku tidak melakukan perlawanan ketika ditangkap. Saat ini pelakupun ditahan di Mapolres Deliserdang.

" Pelaku ini masuk ke rumah korban untuk melakukan pencurian. Dia mau mencuri handpone dan printer, tapi saat itu korban sempat melihatnya hingga pelaku langsung memukul korban sebanyak lima kali dengan menggunakan ulekan cobek (batu gilingan) di bagian kepalanya,"kata Yudi.

Saat ini beragam barang bukti telah diamankan polisi atas kasus ini. Namun demikian dari sekian banyak barang bukti tidak ada ulekan cobek.

" Kalau ulekan cobek itu dibuang pelaku ke sungai PTPN (sungai blumai). Korban meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit, karena sudah banyak kehabisan darah,"kata Yudi.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor:
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved