Breaking News:

Edisi Cetak Tribun Medan

Buka Munas Ke-10 KAHMI, Presiden Jokowi Buka Rahasia Akbar Tanjung

Presiden Joko Widodo membuka rahasia antara dia dengan politisi gaek Partai Golkar asal Sumatera Utara Akbar Tanjung.

Dokumentasi Tribun Medan
Edisi Cetak Halaman 1 Tribun Medan 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Presiden Joko Widodo membuka rahasia antara dia dengan politisi gaek Partai Golkar asal Sumatera Utara Akbar Tanjung.

Proses penyematan gelar Pahlawan Nasional kepada Prof Dr Lafran Pane diisi antara lain pertemuan Presiden dengan tokoh-tokoh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI).

Menurut penuturan Presiden, sebelum pemerintah memutuskan Lafran Pane menyandang gelar sebagai Pahlawan Nasional, Jokowi mendapatkan informasi dari tokoh nasional, Akbar Tandjung.

"Kalau beberapa hari yang lalu, saya tidak dibisikkan oleh Pak Akbar Tandjung, saya tidak akan tahu, dan mungkin pendiri HMI Lafran Pane lupa saya angkat jadi Pahlawan Nasional," ujar Jokowi saat membuka Musyawarah Nasional Ke-10 KAHMI di Convention Hall Hotel Santika Dyandra Medan, Jumat (17/11).

Baca: Buka Munas Ke-10 KAHMI di Hotel Santika, Jokowi Santap Ubi Tumbuk dan Arsik Gembung

Dalam kata sambutannya Jokowi sempat bercanda mengutip ulang dialognya dengan Akbar dan sesepuh KAHMI Mahfud MD.

"Pak Jokowi, Lafran Pane itu berasal dari Tapanuli Selatan. Itu berarti masih saudara dengan Pak Jokowi. Kan bentar lagi bapak jadi keluarga besar marga Siregar," ucap Jokowi sambil tertawa menirukan bicara Akbar Tandjung.

"Setelah itu, sorenya langsung saya rapatkan, dan kita putuskan Prof Dr Lafran Pane jadi pahlawan nasional," kata Jokowi.

Baca: Jokowi Mendadak Berhenti di Pasar Aksara, Ini yang Dilakukan Presiden

Memang betul adanya. Jokowi menjadi keluarga orang Batak, karena pada 8 November lalu, Kahiyang Ayu, putrinya dipersunting Bobby Afif Nasution, pria yang nenek-moyangnya berasal dari Mandailing, Tapanuli Selatan.

Lontaran Presiden Jokowi spontan disambut tawa dan tepuk tangan hadirin di arena Munas. Akbar Tandjung adalah mantan ketua DPR RI dan mantan Ketua Umum Partai Golkar. Ia juga pernah menjadi Ketua Umum Pengurus Besar HMI.

Adapun Lafran Pane, pria asal Tapanuli Selatan, berjasa sebagai pejuang bangsa, ia salah seorang pendiri HMI. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan organisasi mahasiswa yang didirikan di Yogyakarta pada 5 Februari 1947, atas prakarsa Lafran Pane beserta 14 orang mahasiswa Sekolah Tinggi Islam (sekarang Universitas Islam Indonesia).

Masih, menurut Jokowi, ia senang sekali langsung hadir dan membuka Munas KAHMI.

"Saya senang sekali hadir di tengah-tengah KAHMI. Artinya saya hadir di tengah-tengah orang hebat, orang pintar, tokoh yang hebat di berbagai bidang. Ini semua saya yakini semangat yang ditularkan dari Prof Lafran Pane. Di sini orang hebat semua, apalagi tadi pas Pak Anies Baswedan disebut kok tepuk tangannya keras sekali," ujar Jokowi, mantan Gubernru DKI Jakarta dan mantan Wali Kota Solo.

Baca: Ditanya Kapan Jenguk Tersangka Setya Novanto, Begini Reaksi Presiden Jokowi

Di arena serupa, Majelis Presidium KAHMI, Mahfud MD mengatakan, pada Munas ke-10 kesyukuran semakin mendalam, karena di tengah KAHMI hadir Presiden.

Ia pun berterima kasih banyak dengan penganugerahan pahlawan nasional yang diberikan pada Prof Dr Lafran Pane.

"Kami juga terima kasih yang terhingga atas hadiah besar, dalam mengusung munas KAHMI ke-10, penganugerahan gelar pahlawan nasional bagi pendiri HMI, maka peran HMI semakin kuat posisinya dalam merajut pembangunan bangsa dan pancasila," kata Mahfud.

Ia menuturkan, KAHMI dan HMI harus terus berjuang memajukan bangsa Indonesia. "Karena Lafran Pane mendirikan HMI untuk Indonesia, semoga KAHMI dalam perjalanannya membangun bangsa dan negara semakin baik," kata Mahfud, mantan ketua Mahkamah Konstitusi dan mantan Menteri Pertahanan era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Diikuti 1.500 Peserta
Presiden membuka Munas Ke-10 KAHMI, yang dihadiri ribuan peserta dari seluruh Indonesia. Dalam acara Munas tersebut, turut dihadiri oleh pejabat-pejabat penting seperti Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi, Ketua MPR RI Zulkiflu Hasan, Pakar Antropolog Usman Pelli, Mahfud MD, dan Akbar Tandjung.

Ketua Panitia Munas Dr Rajab Pasaribu menjelaskan, munas dihadiri 1.500 aktivitis KAHMI di seluruh Indonesia. Selain memilih pengurus, juga akan diisi dengan seminar nasional.

Sebagai pembicara ditunjuk menteri pendidikan, pimpinan KPK, dan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan sebagai keynote speaker. Munas akan ditutup Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Maimoon Medan.

Untuk mengamankan Munas KAHMI, sebanyak 1.200 personel gabungan TNI/Polro bersiaga mengamankan jalannya acara yang akan berlangsung mulai 17 sampai 19 November 2017.

Apel gelar pasukan PAM VVIP kunjungan Presiden pun digelar Kamis (16/11) petang di Lapangan Merdeka Medan.

Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Cucu Somantri didampingi Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, apel tersebut untuk mengetahui sejauh mana kesiapan keamanan menyambut kedatangan Presiden dan pengamanan selama Munas berlangsung.

"Ada 1.200 personel kita siagakan. Besok Presiden hadir bersama Ibu Iriana. Yang buka acara Pak Presiden, yang menutup nanti Pak Wakil Presiden," kata Cucu.

Paulus menimpali, pihaknya juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas tanpa menutup jalan. "Tidak ada penutupan jalan karena itu permintaan Pak Presiden," ucapnya.

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin mengapresiasi dipilihnya Kota Medan sebagai tempat penyelenggaraan Munas KAHMI.

"Kami senang Medan dipilih sebagai tempat pelaksanaan perhelatan nasional. Kita sama-sama tahu, HMI dan KAHMI telah melahirkan figur-figur yang memberi sumbangsih bagi bangsa dan negara ini," kata Eldin.

Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengatakan, KAHMI telah melahirkan figur-figur yang memberikan sumbangsih bagi bangsa dan negara.

"Kami juga berterima kasih pada Presiden yang telah menyematkan Prof Dr Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional, yang merupakan pendiri HMI, yang menggelorakan semangat keislaman sejak mahasiswa, yang juga merupakan putra asli Sumut," kata Erry.

Era Digital
Dalam Munas KAHMI, Jokowi juga mengajak masyarakat harus cepat beradaptasi terhadap perubahan di era digital seperti saat ini, agar Indonesia tidak tertinggal jauh dari negara lain.

"Dulu saya beli sate biasanya harus ke warungnya. Sekarang mau makan sate sudah bisa pesan pakai aplikasi dan tinggal bayar ditempat," kata Jokowi.

"Bila kita mau berubah dan cepat beradaptasi, bukan tidak mungkin perekonomian Indonesia segera membaik bahkan bisa lebih maju. Dampaknya Politik nasional dan ekonomi pasti akan berubah jad lebih baik, itulah antisipasi yang harus kita lakukan," kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan, selain Indonesia harus cepat beradatasi dengan perubahan, Indonesia juga mulai harus menjalin hubungan bilateral lebih baik dengan negara-negara Arab seperti Saudi Arabia, UEA, Qatar.

"Karena kita tidak pernah mendekat pada mereka, jadi mereka tidak tahu bagaimana potensi yang ada di Indonesia. Padahal sebenarnya mereka bisa dijadikan mitra yang baik di dalam perekonomian terutama bidang Investasi. Yang jelas mulai sekarang kita harus membuat konsep yang baik dan jelas agar negara-negara potensial mau berinvestasi di Indonesia," kata Jokowi.(raj/cr5/cr9/kompas.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved