Banjir Rusak Permukiman dan Persawahan di Desa Siunong Julu, Janjiraja Bakkara

"Kami nyaris hanyut juga. Saat air mulai mengalir di tempat tidur, kami langsung bangun dan lari ke tempat aman,"

Banjir Rusak Permukiman dan Persawahan di Desa Siunong Julu, Janjiraja Bakkara
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Mess PT Bakara Energi Lestari dan perladangan warga yang dihantam banjir 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara
 

TRIBUN-MEDAN.Com, BAKKARA-Desa Siunong Julu, Kecamatan Janjiraja Bakkara, Humbang Hasundutan dilanda banjir. Tampak  rumah dan satu unit mobil pick-up, nyaris hanyut dilalui luapan banjir, di Desa Bakkara, Minggu (19/11/2017).

Satu dari pekerja PT Bakara Energi Lestari, Saragih menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 01.00 WIB, Minggu dini hari. Akibatnya, dua rumah yang mereka jadikan mess dihantam banjir saat mereka mulai tidur.

"Kami nyaris hanyut juga. Saat air mulai mengalir di tempat tidur, kami langsung bangun dan lari ke tempat aman," ujarnya saat ditemui di rumah warga yang dia jadikan tempat mengungsibersama kelima rekannya.

Ditanya soal proyek yang sedang dikerjakan, pria asal Siantar ini enggan menceritakan proses pengerjaan yang sedang dijalankan. Disebutkannya, proyek tersebut sudah berjalan hampir setengah tahun.

Sementara itu, warga yang tak mau disebutkan namanya, menduga banjir tersebut tidak murni karena bencana alam. Melainkan dampak dari pembangunan-pembangunan perusahaan yang bergerak di bidang energi kelistrikan di daerah itu.

Selain Mess milik PT Bakkara Energi Lestari, banjir itu tampak merusak persawahan dan ladang warga lainnya. Sebagian rumah juga sempat terendam.

Disebut-sebut, PT Bakara Energi Lestari itu milik pengacara kondang. Keberadaannnya juga diduga masih bersengketa dengan warga, terkait pengadaan lahannya.

Baca: Pemindahan Setya Novanto ke Rutan Sebagai Tahanan KPK, Tunggu Hasil Kesehatan

Oppu Niel Purba, warga lainnya mengaku belum dapat menghitung kerugian yang dialaminya akibat ladangya yang rusak akibat banjir. Sedikitnya, satu hektar ladang bawang miliknya ikut direndam air bah.

Sawah-sawah warga lainnya tampak layu dan menyatu dengan tanah. Sepengetahuannya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Katanya, desa itu memang tidak terlepas dari banjir kecil-kecil. Tetapi, bencana kali ini tidak diduga hingga mengakibatkan kerugian masyarakat.

Pria 65 tahun ini menjelaskan, banjir itu berasal dari sungai Aek Silang yang berasal dari Dolok Sanggul dan bermuara ke Danau Toba. 

Pantauan Tribun, hingga malam pukul 21.00 WIB, air masih meluap melebihi volume sungai sebagaimana biasanya.(Cr1/tribunmedan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved