Kapolres Borong 40 Helai Kain Tenun Mandailing untuk Acara Unduh Mantu Putri Presiden Jokowi

"Kalau Pak Bupati Deliserdang sudah biasa pesan sehari-hari. Kami binaan Pemerintah, jadi mereka sudah sering pesan sama kami,"

Kapolres Borong 40 Helai Kain Tenun Mandailing untuk Acara Unduh Mantu Putri Presiden Jokowi
TRIBUN MEDAN/Jefri susetio
Contoh kain tenun khas Mandailing yang rencananya akan digunakan untuk acara adat ngunduh mantu Kahiyang Ayu. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Jefri Susetio

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -Pemilik Raki Tenun, Nur Wahida menyampaikan, Kapolres Deliserdang membeli 40 helai kain setelah mengetahui keluarga Bobby Nasution pesan kain tenun untuk acara ngunduh mantu. Jajaran Polres Deliserdang dua kali mendatangi tempat usahannya.

"Setelah pesanan keluarga Bobby selesai, Pak Kapolres borong kain. Satu rak habis dibeli. Mereka dua kali datang beli kain untuk hadiah. Saya enggak tahu hadiah untuk siapa namun diborong semua kain kami," ujarnya.

Sebanyak 40 helai kain yang dibeli Kapolres, katanya, terdiri dari beberapa jenis. Seperti kain selendang, bahan pakaian untuk pria dan rok perempuan. Sedangkan Bupati Deliserdang sudah menjadi pelanggan tetapnya.

"Kalau Pak Bupati Deliserdang sudah biasa pesan sehari-hari. Kami binaan Pemerintah, jadi mereka sudah sering pesan sama kami," katanya.

Baca: Pemindahan Setya Novanto ke Rutan Sebagai Tahanan KPK, Tunggu Hasil Kesehatan

Baca: PLN Dituding Jahat oleh Fadly Zon, Sebut Upaya Terselubung Dibalik Penyederhanaan Golongan Pelanggan

Sebelumnya Tribun Medan/Tribun-Medan.com mengunjungi Raki Tenun, di Jalan Lintas Sumatera, Medan-Lubukpakam tepatnya sebelum Simpang Penara, Tanjungmorawa, Deliserdang, Sumatera Utara.

Dari kejauhan, tidak ada plang yang bertuliskan nama tempat usaha itu. Tempat pembuatan kain tenun jauh dari kesan mewah. Mereka memprodiksi kain di rumah permanen yang memiliki tiga kamar tidur, ruang tamu dan ruang belakang.

Ada dua tempat mesin tenun. Satu mesin tenun berada di kamar utama. Sedangkan, sisanya di ruang belakang. Totalnya ada 14 mesin tenun. Ada satu set kursi di ruang tamu yang dijadikan tempat istirahat para pekerja.

Setiap kain yang sudah selesai ditaruk pada kamar penyimpanan. Kamar tempat kain itu berada di kamar ketiga yang dilengkapi rak rotan serta berbagai contoh kain maupun pakaian wanita.

Ada 14 orang pekerja yang seluruhnya perempuan berusia 20 tahun ke atas. Mereka terlihat sibuk menggerakkan mesin untuk membuat kain tenun berkualitas.

Pada dinding belakang terlihat beberapa gambar motif kain tenun. Adapula struktur manejemen usaha yang sederhana. Usaha tenun dirintis Nur Wahida sejak 2011.(Tio/tribun-medan.com)

Penulis: jefrisusetio
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved