Banjir Rusak Tanaman Petani di Bakkara, Diduga Ini Menjadi Penyebabnya

Sejak pagi mereka terlihat repot memperbaiki tanaman yang masih tersisa usai diterjang banjir pada Minggu Dini Hari, 19 November 2017.

Penulis: Arjuna Bakkara |
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Petani sedang berupaya memperbaiki tanaman padi milik mereka setelah diterjang banjir, Senin (20/11/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara
 
TRIBUN-MEDAN.COM, BAKKARA - Petani disibukkan dengan aktivitas berbeda dibanding hari biasanya di Desa Bakkara, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, Senin (20/11/2017).

Sejak pagi mereka terlihat repot memperbaiki tanaman yang masih tersisa usai diterjang banjir pada Minggu Dini Hari, 19 November 2017.

Mereka berupaya mengembalikan tanaman mereka agar tumbuh kembali. Padi, bawang dan tanaman lain yang masih tersisa disiangi akarnya agar bertahan hidup.

Warga Setempat, Ario Purba mengatakan peristiwa itu bukan semata-mata murni karena bencana alam.

Baca: Siapa yang Dapat? Bobby Nasution-Kahiyang Ayu Sebar 400 Undangan VIP untuk Resepsi di Medan

Sepengetahuannya, banjir tersebut berkaitan dengan pengerjaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) bernama PT Bakara Energi Lestari.

"Ini bukan karena bencana murni, tetapi berkaitan dengan pengerjaan proyek PT Bakara Energi Lestari," sebut pria yang sehari-hari berprofesi petani itu.

Katanya, pada Sabtu 18 November 2017 lalu, tampak alat berat (Beckho) milik PT Bakara Energi Lestari terlihat beroperasi di hulu sungai Aek Silang desa tersebut, tepatnya di Desa Siunong-unong Julu.

Saat beroperasi, alat itu tampak menggeser batu-batu dari dasar sungai.

Baca: Sedihnya! Sejak Usia Tiga Hari Frederico Menderita Atresia billier 

Selain mengeruk sungai, alat berat juga dioperasikan membuka jalan di tepi sungai. Akibatnya, dinding tebing pun mulai longsor, sehingga menimbulkan penyumbatan dan sempat menahan air sungai.

Menurutnya, penyumbatan itu menjadi dampak utama penyebab banjir. Luapan air semakin menjadi-jadi hingga akhirnya  sungai tak mampu menampung volume air.

Air pun terbagi-bagi keluar dari jalur aliran sebelumnya sampai menghantam tanaman warga.

Hingga saat ini, Ario belum dapat menghitung total kerugian yang dia alami. Namun, akibat peristiwa itu dia harus kehilangan dua hektar sawah dan ladang bawang.

Diceritakannya, sebelum ada pengerjaan proyek tersebut sungai masih mampu menampung volume air. Tetapi, sejak pengerjaan proyek air menjadi meluap karena tersumbat batu-batu besar.

Sementara itu, Kontraktor Konsultan PT Bakara Energi Lestari, Teddy yang ditemui di lapangan tidak membantah. Disebutkannya, pada Sabtu 18 November pekerja sedang mengoperasikan alat berat di suggai tersebut.

Ia menjelaskan, saat ini PT Bakara Lestari Energi sedang fokus membuka jalan menuju bendungan sejauh 3 Km.

Namun, ia menepis peristiwa itu terjadi akibat penyumbatan dari longsoran maupun dampak dari pengerjaan proyek pembukaan jalan atau tanggul.

"Kami hanya membuka jalan dan mengerjakan tanggul. Rupanya, malamnya datang banjir besar, jalan kami juga ikut longsor," jelasnya.(*)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved