Breaking News:

Pernikahan Putri Presiden

Kahiyang Ayu 'Di-batak-kan', Presiden Jokowi dan Istri Hanya Jadi Penonton di Pernikahan

Mengapa Kahiyang harus diberikan Boru? Mengapa harus menjadi boru Siregar? Ini Penjelasannya.

Facebook/ISPresiden
Kahiyang Ayu dan Presiden Jokowi 

TRIBUN-MEDAN.com-Penyematan boru Siregar akan dilakukan kepada Kahiyang Ayu, puteri Presiden Joko Widodo, dalam acara penabalan marga di kediaman keluarga suaminya di Medan, Selasa (21/11/2017).

Paman suami Kahiyang, Erwan Rozadi Nasution mengatakan untuk persiapan penabalan marga, keluarganya dari marga Nasution sudah mempersiapkan persyaratan-persyaratan apa saja yang harus dibawa.

“Besok kami dari marga Nasution akan meminta kepada keluarga Siregar, agar Kahiyang Ayu diberikan marga Siregar,” kata Erwan di Media Center, Senin (20/11/2017).

Mengapa Kahiyang harus diberikan Boru? Mengapa harus menjadi boru Siregar?

Tulisan di Kompasiana yang ditulis Rinsan Tobing mencoba mengulas proses adat suku Mandailing ini.

Menurutnya, karena Kahiyang bukan orang Batak, maka ia perlu di-Batak-kan. Proses pem-Batak-kan Kahiyang dilakukan juga secara adat.

Mem-Batak-kan Kahiyang dilakukan dengan pemberian Boru kepadanya. Boru yang akan disematkan kepada Kahiyang, pastinya boru paribannya Bobby.

(Baca: Penuh Makna, Kahiyang-Bobby Duduk Beralas Tikar 7 Lapis, Lalu Injak Pelepah Pisang dan Makan Itak)

"Pariban dalam konteks Batak adalah lelaki atau perempuan yang akan menjadi pasangan di kemudian hari. Menjadi suami atau istrinya. Perempuan akan memiliki pariban, lelaki, yang dilahirkan perempuan yang sama dengan marga bapaknya."

"Laki-laki memiliki pariban, perempuan, yang sama dengan boru ibunya. Kalau marga itu untuk lelaki, maka boru untuk perempuan. Orang yang bukan Batak biasanya menyamakannya saja menjadi marga," tulisnya.

Halaman
12
Editor: Liston Damanik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved