Parmalim kok Baru Berusia 100 Tahun? Simak Penjelasannya
Banyak orang langsung mempertanyakan kebenaran usia Parmalim tersebut, mereka meyakini usia Parmalim lebih dari 100 tahun
Penulis: Hendrik Naipospos | Editor: Hendrik Naipospos
TRIBUN-MEDAN.COM - Parmalim akan menggelar musyawarah besar pada 25-27 Desember 2017.
Tokoh Parmalim Togi Sirat menyebutkan, bahwa musyawarah tersebut tak sekadar musyawarah biasa, kegiatan ini juga menyambut 100 tahun Parmalim.
Banyak orang langsung mempertanyakan kebenaran usia Parmalim tersebut, mereka meyakini usia Parmalim lebih dari 100 tahun, perbandingannya yakni usia HKBP yang sudah ratusan tahun yakni sejak Oktober 1861.
Menilik hal ini, www.tribun-medan.com kembali menghubungi Togi Sirait.
Ia menceritakan bahwa keberadaan Parmalim disahkan melalui Surat Controleur Van Toba yang dikeluarlan dari Pemerintah Belanda dengan nomor 1949/13 pada tanggal 21 Juni 1921.
"Surat Belanda tersebut menjadi patokan. Setelah itu kami mendirikan Rumah Paribadatan dan Keberadaan Parmalim di Hutatinggi Laguboti. Usianya berarti masih 97 tahun," ucap Togi.
Baca: Jelang 100 Tahun Parmalim, Ratusan Tokoh Parmalim akan Menggelar Musyawarah Besar
Baca: Penghayat Kepercayaan Resmi Masuk KTP dan KK, Ini Komentar Tokoh Parmalim
Ia lantas menjelaskan, sebelum surat itu keluar sebutannya bukanlah Parmalim, melainkan Hamalimon di masa pimpinan Raja Sisingamangaraja XII.
"Masa pimpinan Raja Sisingamangaraja XII namanya Hamalimon. Mandat meneruskan Ajaran Hamalimon diberikan kepada Raja Mulia Naipospos dengan sebutan Parmalim dan keberadaannya disahkan Pemerintah Belanda pada 1921," sambungnya.
Musyawarah besar ini akan dilaksanakan di Toba Hotel Parapat dengan tema Revitalisasi Nilai-nilai Luhur Ajaran Hamalimon Menuju Hapitaon Menyongsong Parmalim Seutuhnya Tahun 2021.
Togi Sirait mengungkapkan ada sekitar 120 tokoh Parmalim yang akan hadir dalam acara ini.
"Tidak semua jemaat Parmalim datang, hanya 120 Parmalim yang akan menjadi peserta mewakili seluruh jemaat se-Indonesia. Saat ini jumlah Parmalim di kisaran 9000 jiwa," sambungnya.
Musyawarah Besar dibuka langsung dengan Ihutan Parmalim Raja Monang Naipospos.
Turut juga diundang Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Elisa Marbun.
(Hendrik Naipospos/ Tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ritual-parmalim_20171122_150309.jpg)