Breaking News:

Diduga Banyak Pekerja yang Cacat, DPRD Medan Akan Panggil Manajemen Podomoro

Ia mengatakan, secepatnya akan memanggil manajemen Podomoro City Deli Medan dengan mempertanyakan data lengkap

Istimewa
Ilustrasi Pekerja Podomoro 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Terkait adanya laporan BPJS Ketenagakerjaan yang telah membayar klaim 25 orang korban jiwa tenaga kerja di Podomoro City Deli Medan, DPRD Medan akan menindaklanjuti dengan pemanggilan Manajemen Podomoro City Deli Medan.

Hal itu disampaikan, Ketua Pansus Ketenagakerjaan DPRD Medan, Bahrumsyah.

Ia mengatakan, secepatnya akan memanggil manajemen Podomoro City Deli Medan dengan mempertanyakan data lengkap terkait korban jiwa yang terjadi akibat kecelakaan kerja.

"Yang pertama tentunya akan kami panggil dalam waktu dekat pihak Podomoro. Kami minta data-data terkait buruh yang ada. Termasuk minta klarifikasi terkait jumlah korban yang meninggal, yang cacat permanen dan sakit. Kemudian kami minta penjelasan terkait K3 mereka yang sangat lemah," ujarnya Kamis (23/11/2017).

Baca: Anggota DPRD Medan Terkejut, Proyek Podomoro Telah Memakan 25 Korban Jiwa

Bahrum menduga, jika ada 25 orang korban jiwa yang meninggal, maka akan banyak sekali korban dari pekerja yang mengalami sakit, bahkan cacat. Dikatakannya, Podomoro harus transparan akan hal ini.

"Patut diduga demikian, mengingat yang meninggal demikian banyak,"katanya.

Baca: Sebanyak 25 Pekerja Proyek Podomoro Tewas, Disnaker Kecolongan

Menurutnya, Podomoro City Deli Medan, banyak mempekerjakan pekerja dari luar daerah. Sehingga, ia akan menanyakan bagaimanan penanganan pekerja yang meninggal dunia.

Ia meminta, data transparansi, bahkan melalui dokumentasi lengkap, Podomoro harus menjelaskan, di mana pekerja yang meninggal dunia dikebumikan.

Baca: BPJS Ketenagakerjaan Sudah Bayar Klaim 25 Korban Jiwa Pekerja Podomoro

"Mereka mempekerjakan buruh berasal dari luar daerah yaitu buruh akad, antar kota antar daerah,
sehingga tidak ada yang tahu bagaimana penanganan buruh yang meninggal maupun yang diduga cacat. Apakah sudah sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Jadi, harus diusahakan awal bulan mereka kita panggil,"pungkasnya.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved