Pernikahan Putri Presiden

Kapolri Minta Maaf, Acara Ngunduh Mantu Presiden Timbulkan Macet

Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jendral Tito Karnavian meminta maaf pada masyarakat Sumatera Utara

Kapolri Minta Maaf, Acara Ngunduh Mantu Presiden Timbulkan Macet
KOMPASTV
Kahiyang Ayu saat memberikan kata sambutan dalam pesta ada Mandailing pesta pernikahan ngunduh mantu di Kota Medan 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN- Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jendral Tito Karnavian meminta maaf pada masyarakat Sumatera Utara, khususnya di Medan jika terjadi kemacetan arus lalulintas saat pelaksanaan kegiatan ngunduh mantu puteri Presiden RI Jokowidodo.

Kata Tito, ini adalah resiko satu kegiatan besar.

"Saya minta maaf (pada masyarakat). Jadi tolong dimaklumi. Memang ada resiko (macet). Pasti masyarakat bergembira pengen lihat acara dan berbondong-bondong datang," katanya, Jumat (24/11/2017).

Tito mengatakan, untuk mengantisipasi kemacetan, pihaknya sudah membuat rekayasa lalulintas. Ia mengatakan, kemungkinan arus lalulintas terganggu saat prosesi iringan kereta kuda.

"Kita berusaha membuat rekayasa lalulintas agar tidak terjadi kemacetan yang bisa mengganggu publik secara signifikan. Mungkin yang agak rawan pada waktu di iringan Kereta. Lebih kurang 45 menit lah, paling lama satu jam. Setelah itu harus cepat cair kembali, kalau itu tidak bisa dihindari," kata Tito.

Jikapun timbul kemacetan, sambungnya, dikarenakan rute yang dilalui iring-iringan kereta kuda sejauh 2,6 kilometer.

Tapi setelah itu, sambung Tito, diusahakan semaksimal mungkin agar arus lalulintas kembali normal.

"Saya minta pada jajaran Polda dan Polres untuk mensosialisasikan pada masyarakat di Medan terutama melalui media elektronik, atau media sosial. Sehingga masyarakat tau harus melintas darimana," kata Tito.

Ia mengatakan, jajaran Polda Sumut dan Polrestabes harus menyebar informasi dimana saja kantong-kantong parkir acara ngunduh mantu presiden. Sehingga, kata Tito, tidak terjadi penumpukan kendaraan di areal lokasi acara.

"Masyarakat harus diberi tahu, kantong parkirnya dimana. Kemudian membuat pamflet pengalihan arus saat hari acara," katanya.

(Ray/tribun-medan.com)

Penulis: ArgusA
Editor:
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved