Polisi Ungkap Perdagangan Manusia, Tersangka Terima Rp 20 Juta Per Kepala

Bareskrim Polri mengungkap perdagangan orang dari Indonesia ke China.Tersangka janjikan gaji Rp 10 juta per bulan.

Editor: Salomo Tarigan
Reuters
Ilustrasi perdagangan orang. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Bareskrim Polri mengungkap perdagangan orang dari Indonesia ke China. Tersangka atas nama Sulikah alias Sulis alias Melis menjanjikan korbannya untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Cina dengan gaji Rp10 juta per bulan.

Kepala Subdirektorat 3 Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Kombes Ferdi Sambo mengatakan, pelaku memberangkatkan para korbannya dengan visa wisata, "Jadi bukan TKI resmi dengan prosedur ketenagakerjaan yang jelas, tapi visa kunjungan turis," ujarnya, Jumat (24/11/2017).

Baca: Sandiaga Uno Dapat Kabar di Undang Reuni Akbar 212, Soal Izin di Monas? Tanya Aja Pak Gubernur

Ferdi menjelaskan, para korban ditampung terlebih dulu di sebuah hotel di Jakarta Pusat dan kemudian menjalani pengecekan kesehatan di Jakarta Timur.  Para korban kemudian dibuatkan paspor dengan keterangan untuk wisata. "Tiket serta visa juga diurus sebagai kunjungan wisata,” ujar Ferdi

Sulikah dibantu calo paspor di imigrasi Jakarta Barat dengan biaya Rp2 juta per orang per paspor. Sedangkan pemeriksaan kesehatan sebesar Rp200.000 per orang. "Tiket pesawat sebesar Rp7 juta per orang, penerbitan visa Rp600.000 per orang, dan pemberian uang kepada keluarga korban sebesar Rp2 juta per orang," tuturnya.

Tersangka mendapatkan uang Rp 20 Juta perkepala setiap pengiriman WNI dari seorang bernama Linda yang ada di China

Kasus ini terbongkar setelah  kepolisian China menangkap para korban karena dianggap TKI ilegal pada Juli 2017. Mereka kemudian dipulangkan pada 3 November lalu. Salah satu korban bernama Ertin Binti Sudiono. 

Dari pengakuan para korban, mereka dikirim ke China pada April 2016. Mereka diminta menandatangani surat kontrak kerja dengan gaji sebesar 5.000 yuan. Namun gaji itu dipotong sebesar 4.000 yuan untuk mengganti proses pengurusan administrasi. Selama pembayaran belum lunas, kata dia, paspor para TKI akan ditahan.

“Padahal ternyata gaji mereka tidak pernah dibayarkan,” kata Ferdi. Polisi menyita 28 paspor dan visa wisata, 13 buku rekening di BRI, BCA, BNI, 43 Kartu Keluarga TKI, 27 akta lahir TKI, 19 KTP TKI, dan tiga buah ponsel. Polisi masih melakukan penyelidikan dengan mendalami aliran dana tersangka.

Sulikah kini dijerat pasal 4 dan 10 UU 21/2007 tentang TPPO dan atau pasal 102 ayat 1 huruf a, huruf b, pasal 103 ayat 1 huruf g UU 39/2004 PPTKLN Jo pasal 55 ayat 1 ke 1e KUHP.(*)

Sumber: Warta kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved