Begini Cara Mengatur Nafas Agar Kuat Mengejan dan Proses Melahirkan Lancar
Agar proses persalinan dapat berjalan dengan baik, salah satu hal yang harus Ibu lakukan dengan benar selain mengejan..
TRIBUN-MEDAN.COM - Agar proses persalinan dapat berjalan dengan baik, salah satu hal yang harus Ibu lakukan dengan benar selain mengejan adalah bernapas.
Bernapas saat persalinan haruslah teratur dan tidak boleh serabutan karena hanya akan mengganggu proses mengejan.
Oleh karena itu, pentingnya Mama mengetahui bagaimana cara bernapas yang benar guna melancarkan proses persalinan.
Umumnya dokter akan memandu Ibu untuk dapat mengatur napas atau melakukan napas yang benar agar tenaga Ibu dapat terkumpul dan agar Ibu juga dapat memiliki tenaga maksimal untuk mengejan.
Manfaat lain bernapas yang benar saat melahirkan juga dapat mengurangi rasa sakit.
Dilansir dari Nakita.id, berikut ini adalah cara bernapas yang benar saat melahirkan:
1. Terjadi Kontraksi
Setelah terjadi kontraksi, tariklah napas dalam-dalam secara perlahan menggunakan hidung.
Kemudian hembuskan napas melalui mulut yang panjang namun stabil.
Saat menghembuskan napas, buatlah oto-otot wajah menjadi rileks.
2. Bernafas Secara Santai dan Dalam
Saat di puncak kontraksi bernapaslah secara santai dan juga nyaman.
Bernapas dalam-dalam dengan santai berfungsi sebagai detoks alami.
Dengan teknik ambil napas dalam-dalam, lalu mengeluarkan dengan perlahan dan rilex, akan mengeluarkan racun dan membantu menyingkirkan radikal bebas dari dalam tubuh.
Menurut peneliti, lebih dari 80 persen racun keluar karena melakukan teknik pernapasan dalam.
Mintalah kepada suami untuk terus mengingatkan Ibu agar memperlambat napas, saat Ibu sudah bernapas terlalu cepat ketika menghadapi kontraksi yang terjadi secara intens.
3. Menjaga Posisi Bahu
Menjaga posisi bahu Ibu pada posisi ke bawah agar tetap rileks.
Buatlah dada dan perut rileks, sehingga saat Ibu menarik napas keduanya akan mengembung dan dapat mengeluarkan napas kembali dengan normal.
4. Jangan panik
Jangan bernapas dengan tergesa-gesa dan panik.
Karena napas tergesa-gesa dapat dikatakan sebagai napas yang tidak alami, selain itu juga dapat membuat I Ibu menjadi mudah lelah sehingga dapat mengurangi banyak oksigen yang menyebabkan terjadi hiperventilasi.
5. Jangan Tergesa-gesa
Jangan tergesa-gesa (terburu-buru) saat bernapas.
Hal itu bisa menghasilkan karbon dioksida yang terlalu banyak.
Selain itu dapat membuat Ibu mengalami sakit kepala atau pusing serta akan mengalami kesemutan pada jari tangan dan jari kaki dan bahkan pada wajah.
6. Jangan Tahan Napas
Jangan menahan napas.
Hal itu akan membuat Ibu mengalami kelelahan.
Selain itu dapat menghalangi Ibu dan juga bayi dalam mendapatkan oksigen.
7. Ingatkan Saat Kontraksi
Komunikasi yang intes sangat penting sebelum melahirkan.
Jangan meninggalkan si ibu.
Ingatkan pada suami agar memberi tahu Ibu saat kontraksi telah berakhir, agar Ibu dapat mengambil napas cukup dalam serta rileks dan akhiri dengan mendesah.
Hal tersebut dipercaya dapat membuat ibu nyaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/melahirkan_20171127_014441.jpg)