Semangat Baru Sumut

Lihat JR Saragih Hadir ke Lokasi Longsor di Tigaras Langsung, Warga Turut Senang

Aksi bupati Simalungun Jr Saragih yang meninjau lokasi longsor menuju pelabuhan tiga ras mendapat apresiasi dari masyarakat

Lihat JR Saragih Hadir ke Lokasi Longsor di Tigaras Langsung, Warga Turut Senang
JR Saragih tengah berada di Tigaras 

Laporan wartawan Tribun Medan/M Azhari Tanjung

TRIBUN-MEDAN.com, PARAPAT - Aksi bupati Simalungun Jr Saragih yang meninjau lokasi longsor menuju pelabuhan tiga ras mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar. Bahkan, warga bersorak sorai saat pria yang mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumut itu meninjau lokasi longsor.

Dengan menggunakan kemeja batik berlengan panjang bercelana hitam, Bupati Simalungun JR Saragih tidak ada rasa khawatir untuk turun ke bawah melihat apa yang menjadi penyebab longsor.

"Dalam bekerja kita harus teliti, termasuk melihat apa penyebab longsor ini. Oleh karenanya, dengan turun ke bawah bisa diketahui soal perbaikannya," ucap Bupati Simalungun JR Saragih, Senin (27/11/2017).

Lokasi longsor ini terjadi di Nagori Tigaras, Dusun Saragih Ras, Kecamatan Dolok Pardamean yang mengarah Pelabuhan Tigaras mengakibatkan longsor sepanjang 15 meter dengan kedalaman 6 meter. Alhasil akses menuju Pelabuhan terputus.

Dengan kondisi jalan retak dan pecah akibat longsor tersebut, JR Saragih terlihat meloncati pecahan jalan satu persatu. Semuanya diperiksa dengan teliti.

Melihat hal ini, sontak membuat warga sekitar yang menyaksikan kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Simalungun ini bersorak-sorai.

Bagi mereka, inilah sosok kepala daerah yang bisa mengayomi masyarakat.

"Hidup Pak JR, sudah layak Beliau (JR Saragih) menjabat yang lebih tinggi lagi. Enggak ada rasa takut untuk turun langsung ke bawah," sorak salah satu warga yang enggan disebutkan namanya ini.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Simalungun Mudahalam Purba menambahkan bahwa penanganannya untuk sementara sudah diarahkan dengan cara penimbunan tanah dan pasir berbatu kerikil fungsinya agar kendaraan roda dua dan empat dapat dilalui kembali.

"Untuk kendaraan bertonase besar tidak bisa melewati jalan tersebut, penimbunan tanah ini berfungsi agar masyarakat bisa beraktifitas kembali, apalagi jalan ini merupakan akses utama," tutupnya.

(ari/tribun-medan.com)

Penulis:
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved