Taekwondo Sumut Menatap Pelatnas Untuk Ajang Internasional

Kabar gembira datang dari cabang olahraga beladiri taekwondo Sumatra Utara (Sumut). Cabang ini boleh

ist
Oppy (kedua dari kiri) 

TRIBUN-MEDAN.COM- Kabar gembira datang dari cabang olahraga beladiri taekwondo Sumatra Utara (Sumut). Cabang ini boleh optimistis menatap pemusatan latihan nasional (Pelatnas) untuk even bergengsi Asia dan internasional.

Setelah sebelumnya sukses menyabet satu emas dan dua perunggu di Kejuraraan Nasional Taekwondo Ambassador Korea Cup 2017 di GOR POPKI Cibubur, 23-26 November.

“Sudah ada talent PBTI (Pengurus Besar Taekwondo Indonesia) yang tanya mengenai Oppy (peraih emas),” kata Basuki Nugroho Pelatih Kepala Tim Kejurnas, Senin.

Talent atau Tim Talent Scouting yang dimaksud merujuk pada pencari bakat dari Bidang Pembinaan Prestasi PBTI di mana taekwondoin berprestasi dan berbakat tersebut akan digembleng di Pelatnas Jakarta sebagai persiapan ajang akbar seperti Sea Games, Asian Games, Olimpiade dan kejuaraan bergengsi lain.

Medali emas dipersembahkan oleh Oppy Danena Ginting kelas -73 putri sedangkan dua perunggu masing-masing disumbang oleh Putri Rusdayani kelas -46 putri dan Marca Abednego kelas +87 putra.

Di babak final, Oppy berhasil memupus harapan taekwondoin ibukota Dewi Nurcahya dari DKI Jakarta. Sementara Putri dan Marco maaing-masing harus mengakui keunggulan Jawa Tengah dan Jawa Barat di babak semi final.

Untuk perolahan medali dari 21 emas yang diperebutkan, Jawa Barat mendominasi dengan 8 emas tiga perak dan dua perunggu, diikuti Jawa Timur tiga emas, dua perak dan dua perunggu dan posisi ketiga ditempati Jawa Tengah dengan dua emas lima perak dan empat perunggu. Sumut menempati peringkat ke delapan.

Dalam kejuaraan ini, 16 emas diperebutkan untuk kategori kyorugi (laga) dan lima emas diperebutkan dari kategori poomsae (jurus). Kendati kali ini Sumut belum menurunkan atlet poomsae, ke depan tentunya menjadi pertimbangan sebagai sumur pundi-pundi emas selain kyorugi.

Ketua Umum Pengurus Taekwondo Indonesia Sumatra Utara (Pengprov TI Sumut) Musa Rajekshah melalu Wakil Ketua Rinaldi mengapresiasi hasil kejurnas senior di Ambassador Korea Cup 2017 ini.

“Hasil memuaskan mengingat waktu pelatda (pemusatan pelatihan daerah) yang hanya 40 hari di mana daerah yang mendominasi seperti Jawa melakukan pelatda jangka panjang berbulan-bulan atau tahunan untuk persiapan PON 2020.”

Ia menambahkan, “Pengorov TI Sumut juga akan melakukan hal ini (program jangka panjang) ke depan, di mana sukses lompatan ini tidak lepas dari figur ketua yang mendukung penuh prestasi taekwondo Sumut sesuai slogan Prestasi Tiada Henti,” ujar Rinaldi.

Sebelumnya, Popnas 2017, dibawah gemblengan Basuki Nugroho, Sumut menempati peringkat enam besar dengan meraih dua perak.

Harapan selalu ada. Taekwondo Sumut optimistis akan kehadiran ‘Basuki Basuki’ baru yang akan mengharumkan nama Sumut di kancah nasional dan internasional.

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved