Baca Edisi Cetak Tribun Medan

Keluarga Korban Penyerangan Bandar Sabu Mengalami Trauma

"Trauma sekali kami. Sewaktu menyerang rumah kami, sekitar 20-an orang itu bawa senjata tajam mau melukai kami,

Keluarga Korban Penyerangan Bandar Sabu Mengalami Trauma
TRIBUN MEDAN/Array
Ardi menunjukkan kaca depan rumahnya yang pecah akibat dilempari sindikat bandar sabu. Kejadian berawal saat kakak kandung Ardi menegur tetangganya Anggun, agar rumahnya tidak dijadikan lokasi transaksi narkoba, Kamis (30/11/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Array A Argus

TRIBUN-MEDAN, MEDAN.COM - Ardi Yanuar (25) warga Jalan Rahmadsyah, Gang Makmur, Kelurahan Kota Matsum I, Kecamatan Medan Area yang rumahnya dirusak sindikat bandar sabu mengaku trauma.

Bahkan, kedua orangtua Ardi lebih memilih berdiam diri di ruang tengah karena takut terjadi penyerangan susulan.

"Trauma sekali kami. Sewaktu menyerang rumah kami, sekitar 20-an orang itu bawa senjata tajam mau melukai kami," kata Ardi pada Tribun, Kamis (30/11/2017).

Ardi mengatakan, rencananya siang ini ia dan keluarganya akan melapor ke Polsek Medan Area. Ardi berharap para pelakunya bisa segera ditangkap, karena khawatir terjadi penyerangan susulan.

"Kami berharap sekali pelaku-pelaku ini segera ditangkap. Orangtua saya sampai ketakutan gara-gara kejadian ini," ungkap Ardi.

Menurut keterangan Ardi, penyerangan dan pengerusakan rumah miliknya berawal saat sang kakak bernama Arvin (34) menegur tetangganya bernama Anggun (23) agar tidak menjadikan rumahnya sebagai lokasi transaksi narkoba. Tidak terima, Anggun menghubungi Feri, suaminya.

Baca: Jalur Kereta Api dari Bandar Tinggi ke Kualatanjung Rampung Maret Bulan Depan

Baca: Gara-gara Ditegur, Sindikat Bandar Sabu Tembaki Rumah Warga Pakai Air Soft Gun

Berselang satu jam kemudian, Feri yang merupakan residivis kasus narkoba datang bersama temannya bertubuh tegap. Ia kemudian menganiaya Arvin, bahkan menikam kaki korban dengan senjata tajam.

Usai menganiaya Arvin, pelaku memanggil teman-temannya sesama 'pemain' narkoba di Jalan Mangkubumi. Sekitar 20-an orang datang membawa senjata tajam dan airgun ke rumah Ardi.

Saat penyerangan terjadi, Ardi dan orangtuanya bersembunyi di dalam rumah. Sindikat narkoba itu melempari rumah Ardi dengan batu dan menembaki kediamannya dengan airgun.

Setelah kejadian, batu berukuran sedang tergeletak di jalan rumahnya. Kaca depan pecah, dan ditemukan sejumlah mimis yang digunakan sebagai amunisi airgun.(Ray/tribun-medan.com)

Penulis: ArgusA
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved