Edisi Cetak Tribun Medan

Bakal Ada Transportasi Massal RLT di Medan, Dari Pancing Sampai Pasar Induk Lau Chi

Pemerintah Kota Medan segera membangun sistem transportasi massal kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT).

Tayang:
IST
Ilustrasi Light Rail Transit (LRT) 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Pemerintah Kota Medan segera membangun sistem transportasi massal kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT)

Jalurnya sepanjang 22,74 kilometer membentang membelah kota, dari kawasan Pancing di utara ke arah selatan yakni Pasar Induk Lau Chi. Model kereta api perkotaan mempunyai kecepatan rata-rata 80 km/jam, akan melewati 16 stasiun di dalam kota diharapkan menjadi solusi mengurangi kemacetan yang semakin parah.

Proyek LRT sejalan dengan pengantifan kembali rel kereta api biasa yang sudah puluhan tahun vakum. Rel kereta api sepanjang 14,2 kilometer dari Kota Medan - Delitua hingga Pancurbatu, Deliserdang, bahkan kini dijadikan warga menjadi lokasi hunian illegal.

"Kita bisa lihat sekarang jalanan kita di Kota Medan. Macet di mana-mana. Nah untuk mengatasinya kita membutuhkan yang namanya transportasi massal. Kalau kita tidak beralih ke transportasi massal, kita akan macet terus, dan tentunya kita akan merugi," ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Medan Wirya Arrahman dalam perbicangan dengan Harian Tribun Medan/Tribun-Medan.com, Kamis (30/11).

Baca: ALAMAK! Gara-gara Kamar Mandi Kepala Desa Didatangi Polisi

Hari-hari ini, kemacetan semakin tidak terelakkan sehingga merugikan secara ekonomi, maupun sosial. Sebagai solusinya, pemerintah berbenah untuk mengatasi permasalahan kemacetan tersebut dengan membangun sistem transportasi massal kereta api di Kota Medan.

Menurut Wirya, proyek LRT Medan ditarget mulai dikerjakan tahun 2019 dianggarkan menelan biaya Rp 20 triliun. Jalurnya bakal membentang sepanjang 22,74 kilometer melewati Medan bagian Selatan menuju Medan bagian Utara.

Jalur LRT akan terbentang di sisi kanan jalan arteri yang telah ada, melewati Ruas Jalan Lau-Chi, Ruas Jalan Iskandar Muda, Ruas Jalan Setia Budi, Ruas Jalan Jamin Ginting, Ruas Jalan Gajah Mada, Ruas Jalan Kapten Maulana Lubis, Ruas Jalan Raden Saleh , Ruas Jalan Balai Kota , Ruas Jalan Putri Hijau, Ruas Jalan Perintis Kemerdekaan, Ruas Jalan Wiliam Iskandar/Pancing.

Baca: Beton Proyek LRT Jatuh dan Timpa Mobil Yaris, Warga: Suaranya Seperti Bom

Dengan adanya transportasi massal LRT, diharapkan mengurangi kemacetan sekaligus memperbaiki konektivitas di daerah perkotaan dengan transportasi massal. Wirya bercerita proyek LRT merupakan usul dari Pemerintah Kota Medan kepada Bappenas sebagai solusi atas kemacetan yang ada kepada Bappenas, kemudian Bappenas menyutujui dan membantu pemerintah Kota Medan untuk melakukan studi kelayakanya.

"Saat ini mereka tengah menggodok final busines case dari proyek tersebut," ujar Wirya.

"Dalam proyek ini, pemerintah Kota Medan yang menjadi penanggung jawab, namun seluruh pembiayaan dari pemeritah pusat. Nah kami pun saat ini sedang di Kementerian Keuangan untuk membeicarakan soal LRT Medan sebagai pilot project," ujarnya. Kemarin, Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin memang menghadiri acara di Kementerian Keuangan.

Rel Peninggalan Belanda
Bersamaan dengan itu, reaktivasi jalur kereta api Medan-Deli Tua dan Medan-Pancur Batu menurut Wirya juga solusi untuk mengurai kemacetan di Kota Medan, terutama menuju ke dua daerah yang saat ini menjadi fokus pengembangan pemukiman penduduk, seperti pembangunan rumah susun di daerah Medan Tuntungan.

Waktu pengaktifan kembali jalur ini belum diputuskan kapan, namun sudah menjadi desain besar pengembangan transportasi massal di Kota Medan. Begitu juga di Balai Teknik Perkretaapian Wilayah Sumatera Bagian Utara, reaktivasi jalur kereta api peninggalan Belanda ini sudah dicanangkan setelah merampungkan pembangunan jalur-jalur kereta api yang masih berproses saat ini.

"Program ini sudah masuk dalam rencana tata ruang Kota Medan. Juga masuk dalam program Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Utara. Cuma untuk waktunya kapan pastinya masih belum diputuskan," ujarnya.

Rute LRT dan BRT Medan
Rute LRT dan BRT Medan (IST)

Kata Wirya dalam program reaktivasi jalur kereta api Medan-Deli Tua-Pancur Batu secara keseluruhanya adalah wewenang dari pemerintah pusat, mulai dari penertiban lahan, hingga pembangunan lahan. Sedangkan pemeritah Kota Medan hanya bisa membuat program yang mempercepat pelaksanaan proyek.

"Kalau fisik yah pemerintah pusat. Kalau yang bisa kami lakukan adalah menyediakan rumah susun untuk masyarakat yang ditertibkan karena sudah mendirikan rumah tinggal di atas rel kereta api. Kebeteluan kan mereka warga Medan juga," ujarnya.

Kepala Bappeda Sumut, Irman DJ Oemar yang bertugas merencanakan pengembangan transportasi kawasan metropolitan Mebidang (Medan-Binjai-Deliserdang) mengutarakan dalam rencana tata ruang Provinsi Sumatera Utara, terdapat program LRT, dan pengaktifan jalur kereta api Medan-Delitua-Pancurbatu.

"Kalau LRT Medan, Bapeda Medan yang pegang, untuk LRT Mebidang baru kami. Namun dari hasil studi pihak swasta yang berminat membangun LRT di Mebidang, belum ekonomis pembangunan LRT. Jadi LRT di Mebidang belum lah dibangun," ujarnya.

Rute LRT dan BRT Medan
Rute LRT dan BRT Medan (IST)

Ia memaparkan pengembangan sistem transportasi LRT tidak selurunya dikerjakan oleh pemerintah, melainkan bekerjasama dengan pihak swasta. Sehingga pendapatan (revenue) adalah salah satu yang terpenting dari pembangunan.

Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara yang menangangani teknis soal pengembangan sistem transportasi ini juga sudah melakukan berkali-kali studi soal pembangunan LRT di Kota Medan dan reaktivasi jalur kereta api Medan-Delitua-Pancur Batu.

"Sudah berkali-kali studi. Sudah berkali-kali kami diundang oleh pemerintah pusat untuk membahas ini. Sudah kami ajukan kepada pemerintah pusat. Sekarang tinggal ketok saja itu. Karena anggaranya dari pemerintah pusat," ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Anthony Siahaan.

Untuk pendanaan, kata Anthony Siahaan, pemerintah pusat yang bertanggung jawab. "Dana pemerintah pusat semuanya. Karena tidak sedikit itu. Darimana dana daerah sebanyak itu. Yang jelas kita menunggu diketuklah anggaranya itu, nantinya yang mengerjakan ini orang Kereta Api pastinya," ujarnya. (ryd)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved