Semangat Baru Sumut

Anak Panti Asuhan Bukit Kalvari Komentari Sosok JR Saragih

"Pak JR adalah sosok yang sedang, apalagi saat datang tidak dikawal layaknya pejabat lainnya," ucap anak Panti Asuhan Bukit Kalvari.

Anak Panti Asuhan Bukit Kalvari Komentari Sosok JR Saragih
JR Saragih bersama anak-anak Panti Asuhan Bukit Kalvari milik Gereja Tuhan Di Indonesia (GTDI) dan Panti Asuhan Rumah Kasih Eneas, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Kota Gunungsitoli, Kepulauan Nias. 

TRIBUN-MEDAN.com, GUNUNGSITOLI - Menjabat sebagai kepala daerah tak membuat Bupati Simalungun JR Saragih bergaya hidup mewah. Kesederhanaan terlihat dalam diri orang nomor satu di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara ini.

Pendapat ini diutarakan oleh anak-anak Panti Asuhan Bukit Kalvari milik Gereja Tuhan Di Indonesia (GTDI) dan Panti Asuhan Rumah Kasih Eneas, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Kota Gunungsitoli, Kepulauan Nias.

"Pak JR adalah sosok yang sedang, apalagi saat datang tidak dikawal layaknya pejabat lainnya," ucap anak Panti Asuhan Bukit Kalvari, Yani Majalawa di Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Kota Gunungsitoli, Kepulauan Nias,.

Gadis 22 tahun ini melihat dari sisi pakaian sudah memperlihatkan sosok JR Saragih sesungguhnya.

"Lihat saja pakaian yang dikenakan Pak JR, sederhana sekali dan tidak menampakkan seperti seorang pejabat, sosoknya sederhana," lanjutnya.

Selain itu, dirinya merasa bahwa keperdulian pria berdarah Simalungun dan Karo terhadap orang-orang tidak mampu tertanam dalam dirinya. 

"Biasanya para pejabat datang melihat perkembangan perekonomian perkotaan. Tapi ini tidak, beliau (JR Saragih-red) menomorsatukan anak yatim piatu, panti jompo, hingga disabilitas sekaligus," tuturnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara ini mengatakan bahwa keberadaan orang-orang tidak mampu menjadi bagian dalam kehidupan pemerintahan.

"Semua masyarakat adalah sama di mata saya, karena mereka yang berkurangan sangat penting ketimbang mereka yang berkecukupan, kondisi sehat. Bagi saya ini menjadi bagian dari kasih dan iman," lanjutnya.

Ia berharap kehadirannya di panti asuhan bisa membawa semangat buat menjalankan kehidupan.

"Melalui semangat, maka spirit itu akan tumbuh dalam diri masing-masing makanya spirit dan semangat harus diberikan dan ditularkan kepada orang-orang yang tidak mampu," tutupnya. (ari/tribun-medan.com)

Penulis:
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved