Oknum TNI dan Polri Jadi Pelaku Kekerasan Terbanyak di Sumut

Selama setahun ini, tercatat TNI-Polri paling banyak melakukan tindak kekerasan terhadap masyarakat.

Oknum TNI dan Polri Jadi Pelaku Kekerasan Terbanyak di Sumut
net
Ilustrasi penganiayaan 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatera Utara menerbitkan rilis catatan akhir tahun menyangkut tindak kekerasan yang terjadi sepanjang 2017.

Selama setahun ini, tercatat TNI-Polri paling banyak melakukan tindak kekerasan terhadap masyarakat.

"Secara umum, persoalan penegakan Hak Asasi Manusia di Sumatera Utara masih berada dalam kategori mengkhawatirkan. Sepanjang 2017, KontraS mencatat ada 118 kasus pelanggaran yang dialami masyarakat sipil," kata Kordinatir KontraS Sumut, Amin Multazam, Sabtu (9/12/2017).

Dari 118 kasus itu, 59 kasus kekerasan aktornya adalah TNI-Polri. Namun, kepolisian mendominasi dengan 39 kasus kekerasan, disusul oleh TNI sebanyak 20 kasus.

"Tak hanya TNI-Polri saja, Satpol PP juga tercatat melakukan tindak kekerasan. Namun, jumlah kasus yang melibatkan Satpol PP sebanyak 10 kasus," ungkap Amin.

Baca: Siapa Pemain Baru PSMS Medan? Pengurus: Kita Menunggu Arahan Pak Edy Rahmayadi

Ia menjelaskan, dari 118 kasus di atas, 94 orang mengalami luka-luka. Kemudian, 15 orang meninggal dunia, dan 21 orang mengalami diskriminasi.

Amin memberi contoh kasus pelanggaran HAM yang korbannya meninggal dunia. Pada Agustus 2017 lalu, tahanan Polsek Batangtoru bernama Rifzal Riandi Siregar (25) meninggal dunia karena diduga kuat dianiaya petugas.

Sebelumnya ditahan, Rifzal sempat cekcok dengan anggota kepolisian Bripka Fadli.

Halaman
12
Penulis: ArgusA
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved