VIDEO

NEWS VIDEO: Sopir Angkot dan Warga Nyaris Bentrok di Simpang Amplas

Warga sekitar tidak terima, karena menganggap aksi yang dilakukan para supir angkot tersebut

Laporan Wartawan Tribun Medan, M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Tolak keberadaan transportasi online, sopir angkot di Kota Medan lakukan aksi mogok kerja yang tersebar di beberapa titik di Kota Medan.

Aksi ini dilakukan oleh para supir angkot, sebagai bentuk penolakan keberadaan transportasi online, yang sampai saat ini semakin banyak beroperasi di Jalanan.

Salah satunya di seputaran fly over terminal Amplas di Jalan Sisingamaraja. Ratusan supir berkumpul lakukan aksi mogok.

Namun aksi tersebut nyaris membuat terjadi bentrokan dengan warga sekitar.

Warga sekitar tidak terima, karena menganggap aksi yang dilakukan para supir angkot tersebut, sangat mengganggu aktifitas warga yang melintasi daerah Amplas tersebut.

Baca: BREAKING NEWS: Sopir Angkot Mogok, Siswa Sekolah Diangkut Naik Mobil Polisi

Sebelum terjadi bentrokan yang besar, pihak Kepolisian langsung datang untuk mencegah dan berjaga-jaga di lokasi.

Salah seorang supir angkot, Benny Suryadi mengatakan kalau bisa minta tolong transportasi online Grab di hapuskan.

Baca: Sopir Angkot Membabi Buta Pukul Mobil Taksi Online, Penumpang Grab Ketakutan

“Karena kami sebagai supir angkot yang susah-susah ini, hanya mendapatkan mata pencarian sehari cuma Rp 25 ribu," kata Benny, Rabu (13/12/2017).

"Saya punya anak empat, kadang makan kadang nggak. Saya mohon Grab di berhentikan. Pendapatan Rp 25 ribu perhari sangat tidak cukup, untuk ongkos anak saja nggak cukup," tambahnya.

Baca: Rusak Helm Driver Gojek, Dua Sopir Angkot Ditangkap Polisi

Benny menuturkan belum tahu hingga kapan aksi mogok supir angkot ini dilakukan. Sebab semua bergantung pada keputusan dari pusat.(*)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved