Istri Lagi Hamil, Buruh Proyek Nekat Bunuh Kontraktor karena Kepergok Curi Kabel

Pada pukul 21.30 WIB, korban ditemukan meninggal dunia oleh isterinya bernama Asnida di belakang rumah

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/Array A Argus
Kapolsek Percut Seituan, Kompol Pardamean Hutahaean dan Kanit Reskrim, Iptu Philip Antonio Purba memperlihatkan tersangka pembunuh kontraktor bernama Adi. Pelaku nekat membunuh korban demi beberapa kabel listrik, Kamis (14/12/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.COM - MEDAN - Unit Reskrim Polsek Percut Seituan akhirnya mengungkap kasus pembunuhan yang korbannya adalah seorang kontraktor bernama Bachtiar (69). Semula, pihak keluarga menduga Bachtiar meninggal karena terjatuh.

Karena terdapat sejumlah kejanggalan, Unit Reskrim Polsek Percut Seituan yang dipimpin Kanit, Iptu Philip Antonio Purba kemudian memeriksa saksi-saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Alhasil, diketahuilah siapa pelakunya.

"Peristiwa pembunuhan ini terjadi pada Kamis, 7 Desember kemarin. Pada pukul 21.30 WIB, korban ditemukan meninggal dunia oleh isterinya bernama Asnida di belakang rumah," kata Kapolsek Percut Seituan, Kompol Pardamean Hutahaean, Kamis (14/12/2017) sore.

Baca: 4 Cara yang Bisa Dilakukan Biar Hemat Saat Makan di Luar, Anak Millennial Wajib Tahu Lho!

Baca: Heboh! Restoran Jepang Ini Diduga Hidangkan Makanan dari Daging Manusia, Harganya Bikin Melongo

Dari keterangan saksi-saksi, ternyata pelaku pembunuhan ini adalah Adi Suratman. Ia adalah salah satu buruh proyek listrik yang bekerja dengan korban.

"Setelah kejadian, pada Rabu (13/12/2017) pelaku akhirnya kami amankan. Karena melawan saat dibekuk, pelaku terpaksa ditindak tegas," ungkap Pardamean.

Dari pengakuan tersangka, ia nekat membunuh korban karena kepergok saat mencuri kabel. Rencananya, kabel listrik itu akan dijual untuk membiayai persalinan isterinya yang tengah hamil.

"Isteri saya hamil pak. Jadi saya butuh uang. Karena sudah kepepet, saya curi kabel di rumah korban. Tapi waktu itu ketahuan," ungkap tersangka menundukkan kepalanya dalam-dalam.

Saat peristiwa terjadi, sejumlah tetangga korban di Jalan Pengabdian, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Seituan heboh. Sebab, kematian korban terbilang janggal. Apalagi ditemukan sejumlah luka di bagian kepala.

Sementara itu, Irfan Sani, anak kandung korban mengucapkan terimakasih pada pihak kepolisian yang mengungkap kasus ini. Ia tak menyangka orangtuanya dibunuh oleh salah satu pekerja.(Ray/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved