Breaking News:

Tidak Mudah Menutup Akses Fasum, Hotel Antares Menutup Gang Tanpa Surat Izin

Hal ini dijelaskannya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi D DPRD Kota Medan, dengan manajemen Hotel Antares

Tribun Medan/Ryan
Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi D DPRD Kota Medan, dengan manajemen Hotel Antares, perwakilan masyarakat Gang Batu, Satpol PP, Dinas PKPPR dan Camat Medan Kota, Kamis (14/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kabid Penataan Bangunan dan Ruang, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Jhon Lase menjelaskan, dalam tata ruang Kota Medan, tercantum Gang Batu selebar 5 meter.

"Dengan tercantumnya Gang Batu itu di dalam tata ruang Kota Medan, otomatis tidak mudah menutup akses gang. Lagi pula, sampai sekarang belum ada masuk permohonan untuk menutup gang itu. Sebab, tidak mudah untuk menutup akses gang yang sudah masuk dalam tata ruang Kota Medan," ungkap Lase.

Hal ini dijelaskannya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi D DPRD Kota Medan, dengan manajemen Hotel Antares, perwakilan masyarakat Gang Batu, Satpol PP, Dinas PKPPR dan Camat Medan Kota, Kamis (14/12/2017).

Baca: Warga Protes Akses Jalan Ditutup, Manajemen Hotel Antares Bilang Sudah Beli Tanah Jalan

Sementara itu, Camat Medan Kota, Edi Matondang, sempat mengutarakan kepada warga yang protes, untuk menunjukkan alas hak atas tanah mereka masing-masing, jika memang tanah yang terdampak pembangunan ruko dua pintu itu, sudah menutup akses jalan warga.

"Kami juga sudah mengundang warga dan pengembang. Tapi pengembang tidak hadir. Undangan kedua sudah kita keluarkan dan hasil dari pertemuan itu, kami keluarkan surat penyetopan aktivitas membangun untuk sementara," terangnya.

Di tempat yang sama Kabid Pengawasan dan Penindakan Satpol PP Kota Medan, Indra Siregar, berjanji akan meninjau ke lapangan.

"Meskipun sudah ada proses pemberhentian dari pihak camat, tidak serta merta kami berhenti memeriksa kelengkapan bangunan itu,"pungkasnya.

Sebelumnya, Mewakili pihak manajemen Hotel Antares, Christopel Manurung, mengungkapkan tahun 2003 pihak manajemen telah membeli sebidang tanah di Jalan Sisingamangaraja dan telah mengurus ruang kavling tanah di kawasan itu.

"Memang benar, di Gang Batu itu dulu ada jalan, tapi setelah terjadi jual beli dari pemiliknya, H. Siraj, dengan status Hak Milik. Berarti seluruh perjanjian antara masyarakat dengan pemilik tanah dulu gugur demi hukum. Jadi, bagaimana masyarakat mau menuntut kami, kalaupun dulu, H. Siraj pernah memberikan tanah itu kepada masyarakat sebagai akses jalan," katanya.(*)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved