Bincang ISKA Sumut dengan Vice President Telkomsel: Degradasi Moral dan Radikalisme Masalah Bersama

Dua masalah yang sangat mendasar dalam pengunaan sosial media adalah masalah degrdasi moral dan suburnya radikalisme.

Tribun Medan/Royandi
Suasana acara Ruang Obrolan Masyarakat Katolik di Katolik Center, Sabtu (16/12/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Royandi Hutasoit

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Ikatan Sarjana Katolik Sumatera (ISKA) Utara menggelar acara Ruang Obrolan Masyarakat Katolik dengan menghadirkan Eksekutif Vice President Telkomsel Area Sumatera, Paulus Djatmiko di Katolik Center, Medan, Sabtu (16/12/2017)

Dalam acara bincang santai ini, Paulus Djatmiko mengulas tentang tantangan yang harus dihadapi dalam perkembangan teknologi yang sangat masif dalam setiap sendi kehidupan masyarakat, seperti penggunaan sosial media.

Dua masalah yang sangat mendasar dalam pengunaan sosial media adalah masalah degradasi moral dan suburnya radikalisme.

Masalah ini bukan hanya masalah untuk umat Katolik, tapi juga dengan umat beragama yang lain.

"Kita bisa lihat konten-konten di media sosial sekarang. Misalnya lagu Kids Zaman Now. Sudah tidak mengedepankan adat ketimuran yang kita miliki sejak dulu. Ini masalah yang harus kita tangani bersama-sama," ujar Djatmiko.

Baca: Cakra Khan Hadiri Undian Kemilau Emas Pegadaian Periode II di Medan

Berbagai upaya menurutnya sudah mereka lakukan sebagai penyedia jaringan internet di Telkomsel berkerja sama dengan Kominfo, dengan cara memblokir hal-hal yang negatif bagi masyarakat seperti aplikasi pornografi. Namun demikian selalu saja tumbuh lebih banyak hal negatif, yang selalu mereka pantau.

Kegiatan yang mengedepankan jati diri ketimuran bangsa Indonesia adalah hal yang saat ini dibutuhkan masyarakat.

Sehingga masyarakat secara bersama-sama melakukan pengawasan mulai banyaknya degradasi moral dan radikalisme. 

Baca: Sehari Setelah Guru Dirampok dan Dilindas, Giliran Pegawai Indomaret Dibegal di Tempat yang Sama

"Kegiatan keagaaman yang membangun keimanan itu sangat penting. Kegiatan keagaaman yang benar pastinya. Baik itu di Katolik dan agama-agama yang lain. Dahulu orang bodoh karena miskin informasi. Sekarang bodoh karena banyaknya informasi, jadi perlu kerja yang keras untuk meningkatkan keimanan," ujarnya.

Djatmiko mencontohkan, selain dampak positifnya, fenomena maraknya media sosial sejak 2008 sangat mempunyai daya rusak dahsyat buat anak-anak.

"Saya tanya, kita yang punya anak, berapa waktu yang digunakan main medsos hanya untuk like dan share, padahal belum tentu berita yang dilike dan share itu bagus. Jadi orangtua harus hati-hati, medsos bisa sangat merusak anak-anak kita," katanya.

Baca: Telkomsel Gelar Ragam Kegiatan di Acara LOOP Arena, Yok Intip Apa Aja

Dalam bincang santai ini, Ketua Dewan Pimpinan Daerah ISKA Sumut, Hendrik Sitompul mengutarakan bahwa acara bincang santai ini adalah upaya ISKA sebagai perkumpulan cendikiawan Katolik di Sumut memberikan kontribusi untuk membangun bangsa.

"Suatu kewajiban bagi ISKA untuk memberikan sumbangsihnya untuk memberikan solusi atas permasalahan bangsa ini. Tentunya ke depan ISKA dengan berbagai kegiatan turut serta memberikan solusi atas adanya degradasi moral dan radikalisme ini," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved