Edisi Eksklusif

Astaga, Bandar Sabu Dekat Sekolah Polisi Ternyata Sudah Sepuluh Tahun Dijalankan Tiga Bersaudara

Bisnis peredaran narkoba yang dijalankan oleh tiga orang bersaudara ini berlangsung tak jauh dari Kompleks Sekolah Kepolisian Negara

Tribun-medan.com/ Raf
Edisi Eksklusif 

SN sedang menunggu persidangan perkara kepemilikan sabu yang menjeratnya dan sudah masuk ke tahap tuntutan.

SN ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut di kediamannya di kawasan Jl T, sekitar sebulan lalu, dengan barang bukti sabusabu seberat 100 gram.

Selain SN, petugas juga menangkap NH, adiknya.

Baca: Alamak, Siswa SMA Tewas setelah Bermain-main dengan Ular Kobra Kesayangannya, Lihat Foto-fotonya

Baca: Suami Dianggap Bela Pengasuh ketimbang Anak Tersiram Air Panas, Istri Temukan Fakta di Baliknya

Baca: Hanna Annisa Akhirnya Mengakui Lakoni Video Mesum, Bocorkan Lokasi Adegan Panas

Baca: Sosok Sumanto dari Jambi, Potong Kemaluan Korbannya lalu Direbus dan Dimakan

Baca: SPG Cantik Desi Wulansari Dibunuh dan Dimutilasi Suami, Lihat Musababnya

Baca: 3 Perempuan Cantik yang Ketagihan Begituan, Fakta di Balik Candu Itu Bikin Kaget

"Aku kena 15 tahun karena ada barang bukti. Sedangkan adik aku satu tahun," ujarnya.

SN adalah pecandu yang nyambi berjualan sabu. Dia mendapatkan sabu tersebut dari I.

"Kadang dia titip di rumahku. Waktu aku ditangkap itu, sabunya, ya, titipan dia. Entah dari mana petugas BNN tahu. Mungkin dikibusi aku sama warga kampungku itu. Entah pula aku dijebak. Padahal selama ini aman kalau pakai di rumah," katanya.

Menurut SN, dalam mengoperasikan bisnisnya, I bekerjasama dengan kedua saudara kandungnya, yakni HU dan IMS.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved