Breaking News:

Edisi Eksklusif

Astaga, Bandar Sabu Dekat Sekolah Polisi Ternyata Sudah Sepuluh Tahun Dijalankan Tiga Bersaudara

Bisnis peredaran narkoba yang dijalankan oleh tiga orang bersaudara ini berlangsung tak jauh dari Kompleks Sekolah Kepolisian Negara

Tribun-medan.com/ Raf
Edisi Eksklusif 

HU merupakan tangan kanan I, orang yang lebih banyak "turun ke lapangan".

Sedangkan posisi IMS lebih dahsyat. Dia menjalankan bisnis ini dari dalam penjara.

"Sebenarnya, bos orang ini si IMS ini. Dia yang pesan sabunya. Pesan dari dalam lapas, lalu diambil sama I dan dijalankan HU. Si IMS ini abang mereka," katanya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Pengamanan Lapas Klas IA Tanjunggusta Medan, Bistok Situngkir, mengaku tidak pernah mendengar nama IMS.

"Itu nama alias, ya. Baru sekali ini saya dengar," ucapnya. Tribun menjelaskan bahwa IMS memang nama alias.

Nama yang disematkan kepada yang bersangkutan lantaran cacat pada matanya.

"Oh, begitu, ya. Benar, memang baru sekali ini saya dengar. Yang saya tahu, kalau yang namanya itu, enggak ada yang cacat. Normal semua. Tapi nantilah saya cek dulu. Terima kasih informasinya," kata Situngkir.

SN mengatakan sebenarnya sindikat yang dijalankan oleh I dan saudara-saudaranya tidaklah asing bagi polisi. I sudah sering berurusan dengan polisi. Tidak sekali dua kali "lapak-lapak" narkoba miliknya digerebek.

"Baru-baru ini pun aku dengar dia ketangkap lagi. Sama oknum di (Polsek) Medan Barat. Tapi dilepas karena dijamin sama kawannya. Diurus sama kawannya itu. Aku enggak tahu siapa kawannya. Dengar- dengar keluar sampai Rp Rp 200 juta

SN juga pernah melakukan "nego-nego" seperti ini. Juga di wilayah hukum yang sama, dia ditangkap karena mengantongi sabu paketan kecil seharga Rp 50 ribu.

"Aku lepas, bayar Rp 86 juta. Cuma kecil paketannya. Yang terakhir ini payah lepas. Banyak kali barbuk (istilah untuk menyebut 'barang bukti). Apalagi yang nangkap pun orang BNN. Aku sendiri yang ketangkap. Padahal sebelumnya I ada di sana. Sama ceweknya dia. Waktu orang BNN datang dia lagi keluar sama ceweknya itu. Aku kepentok, enggak bisa ngelak lagi," katanya SN.

Sudah Lama Tahu

Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Andi Loedianto, membelalakkan mata ketika Tribun menyampaikan informasi perihal bisnis narkoba yang dijalankan dua bersaudara (plus satu saudara mereka di penjara) di Jl Bhayangkara Gang M Alim.

Andi mengaku belum pernah mendengar jaringan ini.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved