Edisi Eksklusif

Astaga, Bandar Sabu Dekat Sekolah Polisi Ternyata Sudah Sepuluh Tahun Dijalankan Tiga Bersaudara

Bisnis peredaran narkoba yang dijalankan oleh tiga orang bersaudara ini berlangsung tak jauh dari Kompleks Sekolah Kepolisian Negara

Tribun-medan.com/ Raf
Edisi Eksklusif 

"Kalau bisa dilakukan penangkapan, ya, akan kami tangkap dan proses. Begitu pun, kami tidak bisa serta merta menyatakan bandar tanpa ada barang bukti. Kalau umpamanya benar, itu masih akan kami cek lagi. Bagaimana supaya bisa jerat dia agar nanti tidak kontra produktif. Jangan nanti saat ditangkap, tidak ada barang bukti. Akhirnya nanti, mau enggak mau, ya, direhab," ujar Andi saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (15/12).

Rehab ini, imbuh Andi, masih memunculkan beragaram perspektif negatif di tengah masyarakat. "Kami jadinya yang serba salah. Kalau kami paksakan, tetap tidak bisa ditahan. Begitu sampai di persidangan, tidak ada barang bukti, kami bisa diprapid. Jadi semua itu berisiko. Mereka (bandar narkoba) sekarang sudah lihai-lihai. Maka dari itu, kami baru bisa bertindak jika ada laporan dan bukti-bukti," katanya.

Direktur Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumut, Kombes Hendri Marpaung, bereaksi senada. Dia meminta Tribun memberi informasi lebih detail.

"Kirimkan sama saya data-datanya. Kami harus sikat dan hentikan dia. Pasti saya lakukan penyelidikan dan mendalami dahulu. Nanti kalau ada temuan di lapangan akan kami lakukan penindakan," kata Hendri.

SN sempat menyebut bahwa dalam bisnis peredaran narkotika yang dijalankan I dan saudara- saudaranya, ada oknum polisi yang terlibat.

Dia bahkan mengaku mengenal oknum tersebut secara pribadi.

Terkait hal ini, Kombes Marpaung menyebut pihaknya akan melakukan pendalaman.

"Pokoknya begini, ya, prinsipnya. Kami akan menyelidiki. Apabila ditemukan adanya bukti pelanggaran dan penyalahgunaan pemakaian obat-obatan terlarang, baik itu yang dilakukan polisi atau sipil, akan kami proses. Saya akan mengikuti informasi yang berkembang di lapangan dari masyarakat. Jika di saat melakukan pendalaman barangnya (narkoba) ada, kami lakukan penindakan," ujarnya.

Berbeda dari pihak BNNP dan polisi, warga Jl Bhayangkara dan seputaran Gang M Alim, sudah lama mengetahui adanya bisnis narkotika di kawasan ini.

"Dengar-dengar memang basisnya di sana. Ada rumah di gang itu. Rumah bandarnya. Tapi kalau siang begini sepi. Biasanya malam mereka main. Selain yang beli, ada juga yang pakai di situ," kata seorang warga setempat yang namanya tidak ingin disebut, kepada Tribun, kemarin.

Sebagaimana disebut SN, sejumlah lokasi di Jl Bhayangkara kerap digerebek polisi. Termasuk Gang M Alim. Namun penggerebekan tidak membuat peredaran narkotika surut. Sebaliknya, malah makin menjadi. Makin terang-terangan.

"Enggak tahu kenapa. Tapi dengar-dengar saya, ada oknum polisi yang membekingi. Kawan katanya sama abang beradik bandar itu. Ya, kalau kayak gini, macam mana mau tuntas. Kalau mau bersih, bukan cuma penggerebekan yang dilakukan. Tangkap jugalah oknum polisi nakalnya," katanya.

(tim/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved