Kasus Uang Palsu Terbongkar, Mahasiswa Pancabudi Ditangkap Polisi

Polisi menemukan dua lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu, uang palsu pecahan Rp50 ribu sebanyak 49 lembar.

Kasus Uang Palsu Terbongkar, Mahasiswa Pancabudi Ditangkap Polisi
Kapolsek Sunggal, Kompol Wira Prayatna memperlihatkan tersangka dan pengedar uang palsu, Senin (18/12/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Petugas jajaran Unit Reskrim Polsek Sunggal membongkar peredaran uang palsu yang dilakoni seorang mahasiswa. Dalam kasus ini, polisi menyita lembaran uang palsu pecahan Rp100 ribu dan Rp5 0 ribu yang belum diguntingi.

"Terbongkarnya kasus ini berawal dari laporan seorang pengusaha selular di Sunggal pada Minggu (17/12/2017) kemarin. Menurut laporan, ada seorang pria membeli handphone dengan uang palsu," kata Kapolsek Sunggal, Kompol Wira Prayatna, Senin (18/12/2017) sore.

Dari laporan itu, Wira meminta Kanit Reskrim, Iptu Budiman Simanjuntak melakukan penyelidikan. Alhasil, ditangkaplah seorang mahasiswa bernama Atfal Lubis (23) warga Jalan Binjai KM 15, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Baca: Bandar Sabu Cuma Dibui 5 Tahun,Vonis Hakim Bikin Kecewa Kapolres Simalungun

Baca: Dishub Ungkap Jatah Kuota Transportasi Online Roda 4 Untuk Sumut Ternyata Cuma Segini

Saat pengembangan, Atfal membawa polisi ke rumahnya. Sesampainya di rumah mahasiswa Pancabudi itu, polisi menemukan dua lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu, uang palsu pecahan Rp50 ribu sebanyak 49 lembar.

Kemudian, uang pecahan Rp100 ribu yang belum diguntingi sebanyak 62 lembar dan uang pecahan Rp50 ribu sebanyak 100 lembar. Lalu, disita satu unit mesin printer merk HP, kertas HVS setengah rim, satu buah gunting, satu unit HP merk Sonny dan satu unit motor Suzuki Spin BK 6788 DR.

"Pelaku sudah dua bulan mengedarkan uang palsu. Menurut pengakuan tersangka, uang itu digunakannya untuk membeli keperluan sehari-hari," tambah Iptu Budiman.

Ia mengatakan, ide ini didapat tersangka ketika dirinya tak punya uang untuk membeli keperluan sehari-hari. Kemudian, ia belajar dari internet bagaimana menjiplak uang untuk dicetak ulang.

"Tersangka terancam pasal 245 ayat (1) KUHPidana subsider pasal 36 ayat (1,2 dan 3) UU RI No 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman 15 tahun penjara," katanya.(Ray/tribun-medan.com)

Penulis: ArgusA
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved