BBM Satu Harga Berlaku di Papua Saat Jokowi Turun, Usai Itu Kembali Naik, Netizen: Sikat Mafianya!

Tokoh agama di Papua, Pastor John Djonga, menyebutkan, kebijakan bahan bakar minyak satu harga di Papua belum berjalan dengan baik.

Humas Pertamina MOR VIII Maluku-Papua
Pembukaan tempat Agen Penyalur Minyak Solar untuk pertama kalinya di Kenyam, Kabupaten Nduga oleh Pertamina MOR VIII Maluku-Papua. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Tokoh agama di Papua, Pastor John Djonga, menyebutkan, kebijakan bahan bakar minyak satu harga di Papua belum berjalan dengan baik.

Ia mengatakan, harga BBM hanya turun seperti di Jawa, saat Presiden Joko Widodo melakukan blusukan di Papua.

Akan tetapi, tak lama setelah Jokowi meninggalkan Papua, harga BBM kembali melonjak.

"Beliau pulang, satu-dua minggu, harga kembali 'normal'," kata John saat berbicara dalam Seminar Nasional "Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK di Papua" di Auditorium LIPI, Jakarta, Senin (18/12/2017).

John mengatakan, ia memantau langsung kondisi ini di Yahukimo, Papua.

Saat Jokowi baru mencanangkan program BBM satu harga di kabupaten itu pada Oktober 2016, John mengakui bahwa harganya sama seperti di Jawa, yakni Rp 6.450 per liter untuk premium dan Rp 5.150 per liter untuk solar.

Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Kota Sorong, Papua Barat, Senin (29/12/2014). Pagi hari, Presiden blusukan ke perkampungan nelayan di Kelurahan Malawei, Distrik Sorong Manoi. Tampak Presiden berdialog dengan perwakilan nelayan. Selain itu, Presiden juga memberi bantuan motor untuk perahu nelayan di tempat tersebut.
Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Kota Sorong, Papua Barat, Senin (29/12/2014). Pagi hari, Presiden blusukan ke perkampungan nelayan di Kelurahan Malawei, Distrik Sorong Manoi. Tampak Presiden berdialog dengan perwakilan nelayan. Selain itu, Presiden juga memberi bantuan motor untuk perahu nelayan di tempat tersebut.(KOMPAS/SONYA HELLEN SINOMBOR)

"Sekarang sudah Rp 30.000 lagi. Bahkan dalam rangka Tahun Baru dan Natal, tahun lalu kami sampai Rp 100.000," ucap John.

John mengatakan, program BBM satu harga ini sebenarnya sangat baik bagi masyarakat Papua. Sayangnya, program ini belum bisa berjalan jika tak ada pengawasan.

"Lalu siapa yang harus monitoring dan harus menangani? Sementara pejabat di Tanah itu, bupatinya banyak di Jayapura atau di Jakarta," kata John.

Tokoh Agama di Papua, Pastor John Djonga usai menghadiri Seminar Nasional Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK di Papua yang digelar di Auditorium LIPI, Jakarta, Senin (18/12/2017).

 
Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved