Edisi Cetak Tribun Medan

Dua Bulan Urus e-KTP, Masyarakat Keluhkan Proses yang Terlalu Lama

Proses pengurusan dan pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) masih dikeluhkan masyarakat

twitter/andi arief
Paket e-KTP yang ditemukan dalam paket yang dikirim dari Kamboja. 

TRIBUN - MEDAN.COM- Proses pengurusan dan pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) masih dikeluhkan masyarakat. Waktunya sangat lama, berbulan-bulan.

"Kok lama sekali ya, dua bulan? Kita butuh cepat e-KTP-nya. Karena surat keterangan ini banyak tidak diterima sama instansi lain. Surat ini tidak bisa dipergunakan di bank. Gitu juga mau ngurus-ngurus yang lain," ujar Zoe, seorang warga saat mengurus KTP di Kecamatan Medan Baru saat mengurus e-KTP, Rabu (23/12).

Di beberapa kecamatan seperti Kantor Camat Medan Amplas, Medan Timur, dan Medan Baru, warga yang mengurus e-KTP diminta mengambil e-KTP-nya dua bulan kemudian atau 60 hari kerja. Lamanya waktu ini tertera dalam bukti tanda pengurusan e-KTP yang diberikan kepada warga.

Di kantor kecamatan layanan pengurusan e-KTP dan pengurusan surat pengganti e-KTP tidak serunyam di Disdukcapil Kota Medan. Para warga saat mengurus kartu identitas mendapat nomor antrean, dan diberi tempat duduk kursi plastik. Pemandaangan itu dijumpai di kantor Kecamatan Medan Timur, Medan Baru, dan Medan Amplas.

Di loket-loket pengurusan yang tersedia di kantor kecamatan, ditempelkan waktu-waktu pelayanan kepada masyarakat, namun tidak disertakan syarat-syarat apa yang harus dibawa warga saat mengurus e-KTP. Warga pun terpaksa kembali ke rumah karena tidak membawa syarat lengkap.

"Ketika tidak lengkap berkas-berkasnya, maka kami kembalikan. Kami sampaikan mana saja yang tidak lengkap. Supaya dilengkapi warga. Setelah lengkap semua. Kami buat bukti sudah menerima berkas pengurusan dari warga," ujar Camat Medan Baru, Ilyan Charles Simbolon.

Ilyan Charles Simbolon mengakui saat ini untuk mengurus e-KTP di seluruh kecamatan membutuhkan waktu hingga dua bulan. Lamanya pengurusan ini, bukanlah karena kesalahan pihak kecamatan.

"Tidak begitu. Kami ini setiap sudah terima berkas lengkap. Selalu kami antar ke Disdukcapil Kota Medan. Sistemnya di kami, ketika sudah lengkap berkasnya kami terima hari ini, besok pagi diantar sama pegawai ke sana," paparnya.

Meski sudah diantar ke Disdukcapil Kota Medan, yang mencetak e-KTP tersebut adalah pihak Disdukcapil Kota Medan. Setelah siap dicetak, kemudian pihak kecamatan diminta memberikannya kepada warga pemilik KTP tersebut.

"Kenapa sampai dua bulan, karena terkendala di Disdukcapil Kota Medan. Mereka yang menyampaikan ke kami supaya menyampaikan ke masyarakat pengurusan e-KTP dua bulan, yah kami sampaikanlah begitu. Kecamatan kan hanya mengurus berkas Administrasinya saja," ujarnya.

Ilyan yang dibantu stafnya pun memaparkan pihak Disdukcapil memberikan alasan, alat cetak e-KTP (print) kurang, sehingga tidak bisa mencetak seluruh permintaan e-KTP warga, karena permintaan e-KTP setiap harinya mencapai ribuan orang.

"Katanya sama kami, mereka kekurangan alat cetak e-KTP. Nggak sanggup alatnya mencetaknya, karena ribuan orang setiap hari. Padahal berapalah sanggupnya alat itu mencetak e-KTP. Jadi karena tidak sanggup itu, jadi bertumpuk-tumpuklah," ujarnya.

Ilyan mengutarakan bahwa diawal-awal untuk mengurus e-KTP tidaklah lama, melainkan hanya butuh waktu seminggu, tetapi belakangan hari, waktu pengurusan e-KTP mencapai dua bulan.

"Awal-awal cepat dia, belakangan makin ke sini, makin lama dia. Terakhir jadi dua bulan lah ini," ujarnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved