Breaking News:

Pengurusan Dialihkan ke Kecamatan, Pelayanan e-KTP Makin Buruk

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan menerapkan program untuk memperbaiki

Tribun Medan / Hendrik
Situasi kantor Disdukcapil Kota Medan banyak dikunjungi warga Kota Medan untuk mengurus surat administrasi, Senin (17/4/2017). (Tribun Medan / Hendrik) 

"Kenapa sampai dua bulan, karena terkendala di Disdukcapil Kota Medan. Mereka yang menyampaikan ke kami supaya menyampaikan ke masyarakat pengurusan e-KTP dua bulan, yah kami sampaikanlah begitu. Kecamatan kan hanya mengurus berkas Administrasinya saja," ujarnya.

Ilyan yang dibantu stafnya pun memaparkan bahwa pihak Disdukcapil memberikan alasan, bahwa alat cetak e-KTP (print) kurang, sehingga tidak bisa mencetak seluruh permintaan e-KTP warga, karena permintaan e-KTP setiap harinya mencapai ribuan orang.

"Katanya sama kami, mereka kekurangan alat cetak e-KTP. Ngak sanggup alatnya mencetaknya, karena ribuan orang setiap hari. Padahal berapalah sanggupnya alat itu mencetak e-KTP. Jadi karena tidak sanggup itu, jadi bertumpuk-tumpuklah," ujarnya.

Ilyan mengutarakan bahwa diawal-awal untuk mengurus e-KTP tidaklah lama, melainkan hanya butuh waktu seminggu, tetapi belakangan hari, waktu pengurusan e-KTP mencapai dua bulan. "Awal-awal cepat dia, belakangan makin ke sini, makin lama dia. Terakhir jadi dua bulan lah ini," ujarnya.

Sekretaris Camat di Kecamatan Medan Timur, Alfi Pane menuturkan hal serupa, dia bercerita bahwa saat ini, pengurusan e-KTP di Kecamatan Medan Timur siapnya dua bulan. Tetapi lamanya pengurusan e-KTP ini bukanlah karena mereka, melainkan proses pencetakan e-KTP di Disdukcapil Kota Medan.

"Sekarang sudah dua bulan, awal-awal memang cepat. Tapi sekarang sudah dua bulan dia. Kenapa sampe dua bulan karena kata orang Disdukcapilnya, alat cetak kurang. Sementara yang mau dicetak setiap harinya ribuan, " ujarnya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, OK Zulfi mengutarakan bahwa tidak benar pengurusan e-KTP memakan waktu hingga dua bulan, ia pun mempertanyakan kecamatanmana saja yang menyampaikan pengurusan e-KTP itu hingga dua bulan.

"Ah, tidak sampe dua bulan. Siapa yang bilang itu. Kecamatan mana coba yang ngomong begitu. Jangan ngomong aja dong, tidak ada sampe dua bulan mengurus e-KTP,"' ujar OK Zulfi di kantornya, Senin (18/12/2017)

Ia menuturkan bahwa mereka selalui berusaha menyelesaikan segala permasalahan pembuatan e-KTP secepat mungkin dari Standar Operasional Prosedur yang mereka miliki yaitu dua Minggu.

"Bisa lebih cepat kadang dari yang semestinya, bisa tiga atau empat hari kadang, tergantung situasinya. Kalau lancar jaringan cepat dia," ujarnya.

Namun dia juga tidak memungkiri adanya beberapa warga mengalami kendala pengurusan e-KTP lama, itu semua karena adanya kesalahan teknis yang sifatnya kasus per kasus, dan penyelesainya bukan pada Disdukcapil Kota Medan, melainkan di Ditjendukcapil.

Permasalahan yang terjadi ini salah satunya adalah adanya beberapa warga yang hasil perekamanya belum muncul di sistem yang dimiliki oleh Disdukcapil Kota Medan. "Meskipun warga merekam di sini, kan hasilnya dikirim lagi ke pusat, nah pusat melakukan pemeriksaan, kemudian setelah dikirim kepada kami lagi datannya, baru bisa dicetak," ujarnya.

"Yang sering itu, data-data hasil rekaman yang sudah diperiksa dipusat itu, belum kami terima, ini yang buat lama. Bisa mencapai lebih dari dua bulan, ada yang enam bulan, bahkan ada yang setahun, seperti anak bapak itu," ujar OK Zulfi seraya menunjukkan seorang warga yang melakukan pengurusan e-KTP.

Saat disampaikan bahwa alasan dari Pihak Kecamatan, lamanya pengerjaan e-KTP ini karena kekurangan alat cetak e-KTP, OK Zulfi mengutarakan bahwa hal tersebut tidak benar dan mengatakan alat cetak yang dimiliki Disdukcapil Medan itu cukup.

"Nga betul itu, masa jadi mereka pula yang tahu peralatan kami gimana? Alat cetak e-KTP kami cukup. Ada empat unit itu," ujarnya.

(ryd/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved