Pengurusan Dialihkan ke Kecamatan, Pelayanan e-KTP Makin Buruk

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan menerapkan program untuk memperbaiki

Tribun Medan / Hendrik
Situasi kantor Disdukcapil Kota Medan banyak dikunjungi warga Kota Medan untuk mengurus surat administrasi, Senin (17/4/2017). (Tribun Medan / Hendrik) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Royandi Hutasoit

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan menerapkan program untuk memperbaiki layanan pengurusan e-KTP dan pengurusan surat pengganti e-KTP, yaitu memindahkan layanan pengurusan tersebut ke kantor kecamatan yang ada di Kota Medan.

Pemindahan ini dilakukan sejak Agustus 2017, dimana Kantor Disdukcapil Kota Medan setiap harinya dikunjungi oleh ribuan warga setiap hari.

Karena gedung Disdukcapil tidak memadai, ketika para warga ramai, kantor Disdukcapil tidak ada ubahnya dengan pasar tradisional, yaitu kotor dan kumuh.

Meski layanan pengurusan e-KTP dan pengurusan surat pengganti e-KTP sudah di kantor kecamatan, masih banyak warga yang datang ke Disdukcapil melakukan pengurusan e-KTP.

Disdukcapil Kota Medan tidak mensosialisasikanya dengan baik kepada warga. Para warga pun terpaksa harus ke kantor kecamatan.

Baca: Dua Bulan Urus e-KTP, Masyarakat Keluhkan Proses yang Terlalu Lama

Di kantor kecamatan layanan pengurusan e-KTP dan pengurusan surat pengganti e-KTP tidak serunyam di Disdukcapil Kota Medan. Para warga saat melakukan pengurusan mendapat antrian, dan diberi tempat duduk kursi plastik, seperti di Kantor Kecamatan Medan Timur, Medan Baru, dan Medan Amplas.

Di loket-loket pengurusan yang tersedia di kantor kecamatan, ditempelkan waktu-waktu pelayanan kepada masyarakat, namun tidak disertakan syarat-syarat apa yang harus dibawa masyarakat saat mengurus e-KTP. Beberapa warga pun terpaksa harus kembali ke rumah saat mereka tidak membawa syarat lengkap.

"Ketika tidak lengkap berkas-berkasnya. Maka kami kembalikan. Kami sampaikan mana saja yang tidak lengkap. Supaya dilengkapi warga. Setelah lengkap semua. Kami buat bukti sudah menerima berkas pengurusan dari warga," ujar Camat Medan Baru, Ilyan Charles Simbolon.

Baik di Medan Amplas, Medan Timur, dan Medan Baru, para warga yang melakukan pengurusan e-KTP diminta mengambil e-KTP nya dua bulan kemudian (60 hari kerja), seperti yang tertera dalam bukti tanda pengurusan e-KTP yang diberikan kepada warga.

"Kok lama sekali yah dua bulan. Kita butuh cepat e-KTP nya. Karena surat keterangan ini banyak tidak diterima sama instansi lain. Surat ini tidak bisa dipergunakan di bank. Gitu juga mau ngurus-ngurus yang lain," ujar Zoe di Kecamatan Medan Baru saat mengurus e-KTP.

Camat Medan Baru Ilyan Charles Simbolon mengitarakan bahwa memang benar saat ini untuk mengurus e-KTP di seluruh kecamatan yang ada di Medan membutuhkan waktu hingga dia bulan. Lamanya pengurusan ini, bukanlah karena kesalahan pihak kecamatan.

"Tidak begitu. Kami ini setiap sudah terima berkas lengkap. Selalu kami antar ke Disdukcapil Kota Medan. Sistemnya di kami, ketika sudah lengkap berkasnya kami terima hari ini, besok pagi diantar sama pegawai ke sana," paparnya.
Namun meski sudah diantar ke Disdukcapil Kota Medan, yang mencetak e-KTP tersebut adalah pihak Disdukcapil Kota Medan. Setelah siap dicetak, kemudian pihak kecamatan diminta memberikannya kepada warga pemilik KTP tersebut.

"Kenapa sampai dua bulan, karena terkendala di Disdukcapil Kota Medan. Mereka yang menyampaikan ke kami supaya menyampaikan ke masyarakat pengurusan e-KTP dua bulan, yah kami sampaikanlah begitu. Kecamatan kan hanya mengurus berkas Administrasinya saja," ujarnya.

Ilyan yang dibantu stafnya pun memaparkan bahwa pihak Disdukcapil memberikan alasan, bahwa alat cetak e-KTP (print) kurang, sehingga tidak bisa mencetak seluruh permintaan e-KTP warga, karena permintaan e-KTP setiap harinya mencapai ribuan orang.

"Katanya sama kami, mereka kekurangan alat cetak e-KTP. Ngak sanggup alatnya mencetaknya, karena ribuan orang setiap hari. Padahal berapalah sanggupnya alat itu mencetak e-KTP. Jadi karena tidak sanggup itu, jadi bertumpuk-tumpuklah," ujarnya.

Ilyan mengutarakan bahwa diawal-awal untuk mengurus e-KTP tidaklah lama, melainkan hanya butuh waktu seminggu, tetapi belakangan hari, waktu pengurusan e-KTP mencapai dua bulan. "Awal-awal cepat dia, belakangan makin ke sini, makin lama dia. Terakhir jadi dua bulan lah ini," ujarnya.

Sekretaris Camat di Kecamatan Medan Timur, Alfi Pane menuturkan hal serupa, dia bercerita bahwa saat ini, pengurusan e-KTP di Kecamatan Medan Timur siapnya dua bulan. Tetapi lamanya pengurusan e-KTP ini bukanlah karena mereka, melainkan proses pencetakan e-KTP di Disdukcapil Kota Medan.

"Sekarang sudah dua bulan, awal-awal memang cepat. Tapi sekarang sudah dua bulan dia. Kenapa sampe dua bulan karena kata orang Disdukcapilnya, alat cetak kurang. Sementara yang mau dicetak setiap harinya ribuan, " ujarnya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, OK Zulfi mengutarakan bahwa tidak benar pengurusan e-KTP memakan waktu hingga dua bulan, ia pun mempertanyakan kecamatanmana saja yang menyampaikan pengurusan e-KTP itu hingga dua bulan.

"Ah, tidak sampe dua bulan. Siapa yang bilang itu. Kecamatan mana coba yang ngomong begitu. Jangan ngomong aja dong, tidak ada sampe dua bulan mengurus e-KTP,"' ujar OK Zulfi di kantornya, Senin (18/12/2017)

Ia menuturkan bahwa mereka selalui berusaha menyelesaikan segala permasalahan pembuatan e-KTP secepat mungkin dari Standar Operasional Prosedur yang mereka miliki yaitu dua Minggu.

"Bisa lebih cepat kadang dari yang semestinya, bisa tiga atau empat hari kadang, tergantung situasinya. Kalau lancar jaringan cepat dia," ujarnya.

Namun dia juga tidak memungkiri adanya beberapa warga mengalami kendala pengurusan e-KTP lama, itu semua karena adanya kesalahan teknis yang sifatnya kasus per kasus, dan penyelesainya bukan pada Disdukcapil Kota Medan, melainkan di Ditjendukcapil.

Permasalahan yang terjadi ini salah satunya adalah adanya beberapa warga yang hasil perekamanya belum muncul di sistem yang dimiliki oleh Disdukcapil Kota Medan. "Meskipun warga merekam di sini, kan hasilnya dikirim lagi ke pusat, nah pusat melakukan pemeriksaan, kemudian setelah dikirim kepada kami lagi datannya, baru bisa dicetak," ujarnya.

"Yang sering itu, data-data hasil rekaman yang sudah diperiksa dipusat itu, belum kami terima, ini yang buat lama. Bisa mencapai lebih dari dua bulan, ada yang enam bulan, bahkan ada yang setahun, seperti anak bapak itu," ujar OK Zulfi seraya menunjukkan seorang warga yang melakukan pengurusan e-KTP.

Saat disampaikan bahwa alasan dari Pihak Kecamatan, lamanya pengerjaan e-KTP ini karena kekurangan alat cetak e-KTP, OK Zulfi mengutarakan bahwa hal tersebut tidak benar dan mengatakan alat cetak yang dimiliki Disdukcapil Medan itu cukup.

"Nga betul itu, masa jadi mereka pula yang tahu peralatan kami gimana? Alat cetak e-KTP kami cukup. Ada empat unit itu," ujarnya.

(ryd/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved