Pengalaman Polisi Tangkap Pengedar Sabu, Mulai Diludahi hingga Tak Ganti Pakaian Dalam

"Namanya juga masih di pedalaman, masyarakatnya masih melindungi padahal tahu itu salah"

Pengalaman Polisi Tangkap Pengedar Sabu, Mulai Diludahi hingga Tak Ganti Pakaian Dalam
Tiga pengedar sabu diciduk petugas dari Kecamatan Silau Kahean dibawa ke Mapolres Simalungun.

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, RAYA - Pengalaman pahit dirasakan Satresnarkoba Polres Simalungun demi memberantas narkotika. Petugas polisi berhadapan dengan masyarakat Silau Kahean yang masih berpikiran tradisional, melindungi para bandar dan pengedar narkotika.

"Namanya juga masih di pedalaman, masyarakatnya masih melindungi padahal tahu itu salah. Berhari-hari lah kami ngendap di sana gak ganti baju, pakaian dalam. Pas mau balik mobil kami diludahi sama warga," kata Kasat Narkoba Polres Simalungun, AKP Manaek S Ritonga, Jumat (22/12/2017)

Dikisahkan Manaek, personel gabungan Polres Simalungun saat itu dipimpin langsung Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan. Personel melakukan pengintaian hingga penggrebekan di rumah seorang pengedar narkotika, di Huta I Sidiam-Diam Nagori Bandar Maruhur, Silau Kahean Kabupaten Simalungun Sabtu (16/12/2017) sekira pukul 23.30 WIB.

Baca: Awas! Nyopet di Stasiun Bakal Ditembak di Tempat

Baca: Kepala Sekolah Tega Lampiaskan Nafsu Bejat ke Calon Siswi di Ruang Piano


Setelah melakukan pengintaian dan membaca situsasi, petugas mengamankan tiga orang, yakni Janwesly Saragih Alias Janu (31), Risky Sumargono alias Kiki Alias Kiking (18), dan Joni Parlindungan Saragih Alias Kardo (28). Ketiganya warga Huta I Sidiam-diam Nagori Bandar Maruhur Kecamatan Silau Kahean Kabupaten Simalungun.

Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan menjelaskan, penangkapan berawal dari adanya informasi warga bahwa di sekitar Huta Sidiam-diam ada tiga orang pria, Janu, Imam Saragih dan Hendra Syahputra sering melakukan transaksi Narkoba.

Setelah dilakukan pencarian di Nagori Silandoyung, Iman Saragih tidak ditemukan. Begitu juga dengan Hendra Syahputra di Blok 20 Silau Paribuan tidak ditemukan juga. Personel gabungan berpindah melakukan penggerebekan ke rumah Janu Saragih dengan didampingi oleh Pangulu.

"Di rumah Janu, ditemukan tiga orang laki-laki yakni Janu Saragih, Risky dan Joni Parlindungan. Ketika ketiga dimintai mengeluarkan seluruh isi kantongnya, dari Janu ditemukan mancis warna putih, satu handphone merk Oppo warna putih, dari Risky ditemukan uang tunai sebesar Rp 1.610.000 (diduga hasil penjualan sabu), seunit handphone merk Nokia warna merah, dan dari Joni Parlindungan ditemukan sebuah mancis warna putih," jelas kapolres.

Tidak hanya di dalam rumah, personel didampingi Pangulu dan ketiga pelaku melakukan penggeledahan hingga ke belakang rumahnya. Alhasil, di dalam bak kosong ditemukan sebuah alat hisap sabu (bong) dan dari belakang kulkas ditemukan sebungkus plastik klip kecil berisikan narkotika jenis sabu.

Setelah diinterogasi, Janu mengatakan bahwa Sabu tersebut diperoleh dari KS. Namun KS tidak berhasil ditemukan. Selanjutnya para pelaku dan barang buktinya diamankan ke Mapolres Simalungun untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. (Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved