Ini Jenderal Penjagal dari Myanmar, Pembantai 6.700 Nyawa Muslim Rohingya dalam Sebulan

Sedikitnya 6.700 umat Muslim Rohingya tewas dalam waktu satu bulan setelah maraknya kekerasan di Myanmar pada Agustus lalu.

Ini Jenderal Penjagal dari Myanmar, Pembantai  6.700 Nyawa Muslim Rohingya dalam Sebulan
reuters
Mayjen Maung-maung Soe, pemimpin operasi militer Myanmar di Arakan 

TRIBUN-MEDAN.COM - Amerika Serikat menjatuhkan sanksi pencekalan kepada seorang jenderal Myanmar yang dituduh memimpin operasi pembersihan etnik terhadap orang-orang Muslim Rohingya.

Mayor Jenderal Maung Maung Soe termasuk di antara sejumlah tokoh dunia yang masuk daftar hitam AS untuk tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dan korupsi.

Mayjen Maung Maung Soe bertugas sebagai Komandan Militer Wilayah Barat Myanmar yang bertanggung jawab dalam operasi militer di Arakan, di mana krisis Rohingya terjadi.  

Krisis di Myanmar sejak Agustus, telah mengakibatkan lebih dari 650.000 orang Rohingya melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh.

Dalam sebuah pernyataan, Departemen Keuangan AS mengatakan Maung Maung Soe "memimpin operasi militer di Negara Bagian Rakhine di Myanmar yang melibatkan pelanggaran hak asasi manusia yang meluas terhadap warga sipil Rohingya".

Bulan lalu,  Mayjen Maung Maung Soe  dicopot mendadak dan digantikan Brigjen Soe Tint Naing, tanpa ada penjelasan dari Kementerian Pertahanan Myanmar

Pekan ini, penyidik ​​hak asasi manusia PBB di Myanmar dilarang memasuki negara tersebut.

Pemerintah mengatakan bahwa mereka melarang Penyidik PBB Yanghee Lee karena dia "tidak imparsial dan tidak objektif", namun Lee mengatakan bahwa keputusan tersebut menyiratkan terjadinya "sesuatu yang sangat mengerikan" di Rakhine.

Militer Myanmar menggelar operasi keamanan setelah kelompok militan Rohingya, ARSA, menyerang lebih dari 30 pos polisi namun membantah mereka membunuh warga sipil, membakar kampung-kampung Rohingya, maupun memperkosa perempauan Rohingya dan dan mencuri harta bendanya.

Eksodus warga Rohingya dimulai ketika tentara Myanmar melancarkan operasi melawan pemberontakan di Negara Bagian Rakhine utara setelah pejuang pemberontak menyerang pos polisi dan membunuh anggota pasukan keamanan.

Halaman
123
Editor: Tariden Turnip
Sumber: bbc
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved