Breaking News:

MUI Bongkar Orang di Balik Seruan Muslim Haram Ucapkan Selamat Natal

"Ini tak lebih dari ucapan selamat mengungkapkan kegembiraan kepada mereka yang merayakan," kata Zulkifli saat itu

Editor: Tariden Turnip
bbc
Pengamanan Natal di Gereja Katedral Jakarta 

TRIBUN-MEDAN-COM - Ucapan selamat Natal oleh umat Islam kepada umat Kristiani kembali menjadi kontroversi, sesuatu yang dibolehkan oleh Majelis Ulama Indonesia namun "sengaja" dibuat kontroversial oleh kelompok tertentu supaya kondisi memanas, kata pejabat MUI.

Setiap akhir tahun, boleh tidaknya Muslim mengucapkan selamat Natal ini mengemuka karena "perbedaan persepsi", kata Arwani Faishal, anggota komisi Fatwa MUI, yang menambahkan bahwa ucapan ini belum difatwakan.

Arwani mengatakan "Pihak yang menyatakan haram mengucapkan Selamat Natal, tidak hanya orang-orang yg diidentifikasi sebagai kelompok radikal," dan bahwa silang pendapat ini sengaja diangkat.

"Munculnya orang-orang radikal yang menyatakan pokoknya tak boleh-tak boleh, lebih banyak provokasi dari kelompok mereka...jadi sengaja dikontroversialkan oleh pihak tertentu supaya memanas, bisa jadi supaya hubungan antar agama tak baguslah, bisa jadi," kata Arwani kepada wartawan BBC Indonesia Endang Nurdin.

"Ucapan Natal bukan doa, kalau orang Islam mendoakan semoga damai kan bagus, mendoakan agama lain semoga mendapat hidayah, kan bagus, tidak dilarang," tambahnya.

Baca: Di Tengah Politisasi Ucapan Natal, Dubes Palestina Bernatal di Gereja dan Ucapkan Syalom

Baca: Natal Bergema di Ibu Kota ISIS, tapi di Tanah Air, Toko Kue Tolak Tulisan Selamat Natal

Baca: Bolehkan Muslim Ucapkan Selamat Natal? Ini Penjelasan Ketua MUI Maruf Amin

Silang pendapat di Timur Tengah dan Malaysia
Sementara itu Menteri Agama Lukman Saifuddin mengungkap dua persepsi terkait ucapan selamat Natal ini dan mengharapkan kedua belah pihak yang berbeda bisa saling memahami.

"Jadi yang dilarang itu adalah melakukan ritual keagamaannya, peribadatannya. Tapi kalau ucapan 'Selamat Natal' itu terjadi keragaman dan dengan adanya keragaman ini mudah-mudahan kita bisa saling memahami," kata Lukman seperti dikutip sejumlah media.

Halaman
1234
Sumber: bbc
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved