Tahun Politik, Bisnis Ini Diprediksi Bakal Raup Untung, tapi Masalah Birokrasi Masih Jadi Sorotan

Sektor andalan yang sifatnya konsumtif seperti makanan, minuman, telekomunikasi dan logistik akan sangat berperan pada tahun 2018

Tahun Politik, Bisnis Ini Diprediksi Bakal Raup Untung, tapi Masalah Birokrasi Masih Jadi Sorotan
Tribun Medan/Ryan Achdiral Juskal
Ketua Apindo Medan Rusmin Lawin 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Akbar

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tahun 2018 yang merupakan tahun politik ternyata memberi penawaran menarik bagi kalangan bisnis dan pengusaha.

Di tahun politik tersebut, sektor andalan yang sifatnya konsumtif seperti makanan, minuman, telekomunikasi dan logistik akan sangat berperan pada tahun 2018 yang tinggal menunggu beberapa hari lagi.

Seperti yang dikatakan Ketua Apindo Medan Rusmin Lawin saat dihubungi melalui selularnya, Sabtu (30/12/2017).

Ia mengatakan selain sektor yang sifatnya konsumtif, sektor properti memang sangat dibutuhkan. Mengingat Presiden Jokowi mencanangkan rumah bersubsidi. "Sektor properti ini juga akan tumbuh di tahun politik karena akan sangat banyak orang yang membutuhkan tempat tinggal,"ujarnya.

Baca: Dukungan Buat Djarot Maju Pilgub Sumut Muncul Lagi, Kali Ini Datang dari Orang-orang Ini

Baca: Duh, Dituduh Melecehkan Penumpang Wanita, Sopir Grab Muntah Darah Diamuk Massa

Baca: Kawanan Begal Todongkan Pisau, Rampok Motor Mahasiswa, Padahal 3 Orang Sudah Ditembak Mati

Di tahun politik ini, kata Rusmin, akan banyak uang beredar dan sudah pasti itu mempunyai berkah terselubung yang bisa diraup sama pebisnis advertising, media dan percetakan. 

Berbicara tentang investor yang ingin menanamkan investasinya di Indonesia khususnya Sumatera Utara, Rusmin Lawi yang baru saja terpilih menjadi anggota Dewan Gubernur FIABCI periode 2018-2019 ini menyampaikan ada dua negara yang memiliki minat tertinggi untuk berinvestasi di Indonesia, yaitu China dan Jepang.

"Kedua negara ini memiliki kans yang sangat besar untuk menanamkan investasinya di berbagai sektor terutama infrastruktur dan energi. Hanya saja, dari kunjungan kita ke Jepang dan China, pengusaha di sana sangat mengharapkan suasana yang kondusif di Indonesia, khususnya Sumut. Mereka tidak mau repot dengan berbagai birokrasi yang membuat mereka kurang nyaman dalam menjalankan usahanya di Indonesia," katanya. 

Labih lanjut Rusmin menyampaikan, ada beberapa permasalahan yang dianggap berpotensi membuat investor enggan untuk menanamkan investasinya.

Misalnya masalah perizinan, masalah pajak yang tidak terukur, ketersediaan energi terutama gas, keamanan dan masih banyaknya pungutan-pungutan diluar dari ketentuan yang telah disepakati bersama.

Di Sumatera Utara, kata Rusmin, ada 10 proyek strategis nasional yang dicanangkan di provinsi ini, sebagaimana dituangkan di dalam Perpres No. 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, yang ditetapkan pada 8 Januari 2016 silam.

"Yah, kita berharap tahun 2018 perekonomian di Sumatera Utara dan Kota Medan bisa lebih baik lagi dari tahun sebelumnya,"ujarnya.(Akb/tribun-medan.com)

Penulis: akb lama
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved