Disindir Suka Melodrama, Demokrat Balas Pernyataan PDI-P

Wakil Sekjen DPP Partai DemokratRachland Nashidik membalas sindiran Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto

Disindir Suka Melodrama, Demokrat Balas Pernyataan PDI-P
Anung Anindito (Dokumentasi Susilo Bambang Yudhoyono)
Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri dan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono sempat bersalaman dan saling menyapa saat keduanya hadir di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/8/2017). Kedua tokoh tersebut hadir di istana untuk mengikuti upacara peringatan hari ulang tahun Republik Indonesia ke-72. (Anung Anindito (Dokumentasi Susilo Bambang Yudhoyono)) 

TRIBUN-MEDAN.COM, JAKARTA — Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Rachland Nashidik membalas sindiran Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang menyebut partainya berbeda dengan partai lain yang kerap mengeluh karena merasa diintervensi.

Padahal, PDI-P telah menerima intervensi dari penguasa sejak rezim Orde Baru.

"Hasto Kristiyanto adalah populis gadungan yang kekanak-kanakan. Lewat pernyataan-pernyataan reaksionernya, ia (Hasto) sedang membawa PDI-P ke dalam petualangan yang mempermalukan diri sendiri," ujar Rachland melalui pesan singkatnya, Jumat (5/1/2018).

Menurut Rachland, Hasto juga tidak membantah dugaan partainya sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam operasi dan kriminalisasi terhadap Partai Demokrat seperti dalam persiapan Pilkada Kalimantan Timur.

"Ia (Hasto) tanpa rasa malu justru seperti mengamini praktik-praktik kotor yang lagi-lagi melibatkan polisi tersebut," ucap Rachland.

Baca: Djarot Tak Mau Setengah-setengah di Pilgub Sumut, Letjen Edy Sudah Ajukan Surat Mundur dari TNI

Rachland juga mengkritik pernyataan Hasto yang menyebut, kantor DPP PDI-P di Menteng, Jakarta, juga pernah diserang. Akan tetapi, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu tak pernah mengeluh.

"Hasto benar, partainya pernah mengalami opresi di masa lalu yang berujung pada skandal perampasan kantor PDI-P, 27 Juli 1996. Tetapi, menggunakan sejarah opresi yang dialami PDI-P di masa lalu untuk membenarkan opresi pada partai lain di masa kini adalah sesat dan keji," ujar Rachland.

Kata Rachland, Hasto mungkin perlu lebih dulu menjelaskan di mana ia berada saat skandal 27 Juli silam terjadi.

"Apakah ia (Hasto) berada bersama para aktivis partai, mahasiswa, dan warga yang bahu-membahu melawan serangan ataukah asyik mengurusi kariernya sendiri di PT Rekayasa Industri?" ucap Rachland.

Halaman
12
Tags
PDIP
SBY
Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved