Dua Pekan Sampah Tak Diangkut, Begini Kondisi di Pasar Medan Deli

Akibatnya, tumpukan sampah mengeluarkan bau busuk. Bahkan, lalat dan ulat belatung pun menyambangi tempat usaha mereka.

Tribun Medan/Ryan Juskal
Tumpukan sampah di Pasar Medan Deli, Pulo Brayan, Selasa (9/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Meda, Ryan Achdiral Juskal

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pedagang dan warga di Pasar Medan Deli atau Pasar Palapa Pulo Brayan Kota Medan resah.

Pasalnya sampah di daerah mereka tak kunjung diangkut.

Akibatnya, tumpukan sampah mengeluarkan bau busuk. Bahkan, lalat dan ulat belatung pun menyambangi tempat usaha mereka.

Pedagang Pasar Medan Deli, Awi mengatakan, dirinya sangat kecewa, sudah 12 hari sampah di sebelah tempat usahanya tidak juga diangkut.

Setiap hari, ia harus membersihkan ulat belatung yang masuk ke dalam tempat usahanya.

Baca: JOROK! Sudah Dua Minggu Tumpukan Sampah di Pasar Palapa Tidak Diangkut Dinas Kebersihan

"Ini sudah 12 hari tidak diangkut, sejak akhir Desember kemarin. Lihat saja tumpukannya. Bau juga terciumkan? Lihat ini banyak ulat belatung. Dari pagi tadi saya bersihkan, tidak habis-habis,"ujarnya saat ditemui Tribun Medan, di tempat usahanya yang langsung bersebelahan dengan tumpukan sampah, Selasa (9/1/2018).

Disampaikannya, dengan banyaknya lalat dan ulat belatung yang masuk ke dalam tempat usahanya, sangat merugikan. Seban, penjualan drastis menurun. Hal ini, dikarenakan pembeli tidak mau masuk.

"Sangat merugikan, pembeli pun malas ke sini, banyak ulat. Itu yang jual mie balap, juga rugi besar, karena jual makanan. Bau kali kan? Dari pagi ada ribuan lalat, ulat luar biasa, ribuan. Tak habis-habis dibersihkan,"ungkapnya.

Hal yang sama disampaikan warga yang bermukim di Pasar Medan Deli, Andika. Ia menuturkan, tumpukan sampah yang tak kunjung diangkut pastinya merugikan masyarakat sekitar.

Sebab, lalat dan bau busuk masuk ke dalam rumah.

"Sudah jelas ini merugikan. Di mana tanggung jawab pemerintah. Ini kepentingan publik, kami warga di sini juga keberatan, kalau sampah itu tak diangkat-angkat. Mau makan di rumah saja kami tak nyaman, karena bau dan banyak lalat," katanya.(*)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved