Gaji dan Pesangon Tak Dibayar, Puluhan Karyawan Sandera Tauke Pabrik Mi

kepolisian Sektor Siantar Timur yang diwakili Kanit Reskrim mendatangi Pabrik Mi Setia Baru dan melalukan mediasi

Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/ Dedy Kurniawan
Pabrik Mi Setia Baru 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Pengusaha Pabrik Mi Setia Baru, Aleng disandera oleh puluhan karyawannya. Ia tak bisa berbuat banyak dan hanya berdiam diri setelah 47 karyawannya meminta hak gaji.

Penyanderaan dilakukan karyawan Pabrik Mi Setia Baru yang beralamat di Jalan Gubung Sibayak Kelurahan Kebun Sayur Kecamatan Siantar Timur, Selasa (9/1/2017).

Aleng pria berdarah Tiong Hoa ini diketahui tak memenuhi hak karyawannya selama dua minggu, dengan alasan tumpur. Sehingga sejak pagi 47 karyawan mendesak Aleng segera memenuhi hak gaji mereka.

"Sudah dua minggu gaji kami gak dibayarkannya. Biasanya kami gajian per minggu sekali, Rp 40 satu hari," ungkap karyawan.

Seorang wanita yang bermarga Sitorus terus mengolok-olok Aleng tanpa henti, mengeluarkan kata-kata sumpah serapah dtujukan ke hadapan taukenya itu.

"Jangan kau buat ular-ularmu sama kami gak laku itu," ungkap br Sitorus.

Baca: KPU Sumut Beri Waktu JR Saragih-Ance Selian hingga Besok Lengkapi Berkas

Baca: Pergoki Istri Pacaran di Alun-alun, Supriyanto Duel Lawan Selingkuhan

Baca: Lagi, Lakalantas di Sibolangit, Truk Angkut Jagung Masuk Jurang

Diketahui, Aleng berdiam diri sudah dua jam lamanya sambil melipat tangan dan tak bicara sepata kata pun terhadap puluhan karyawanya.

Namun, setelah mendapat desakan dari puluhan karyawan yang tidak mendapat gaji, Alang mengaku bukan tauke.

Alang mendadak mengatakan kalau dirinya bukan tauke, ia mengklaim tauke aslinya bernama Alek. Namun disangkal oleh karyawan yang sudah 47 tahun bekerja di Pabrik Mie Setia Baru itu.

"Ya Si Aleng ini tauke kami. Dia yang selama ini yang menggaji kami. Kalau si Alek itu setahun sekalinya datang kemari," ungkap K. Sitorus.

Dijelaskan K Sitorus, mereka datang hendak menerima gaji setelah dijanjikan oleh Aleng, guna mengambil pesangon yang akan diserahkan. Namun hasil dari penyerahan pesangon tersebut tidak diterealisasi.

"Kami datang karena sudah dijanjikan, gaji sama pesangonnya yang bertahun-tahun dapat Rp 3 juta dan kerja dua tahun juga dapat 3 juta jugak,"ujarnya.

Selain pemberian pesangon yang tidak adil. Aleng sempat mengatakan setelah memberi gaji terakhir bahwa pabriknya tidak buka lagi untuk selama-lamanya.

"Pas gajian terakhir, si Aleng bilang libur. Kami pikir libur beberapa hari saja, rupanya libur selamanya dan kemaren si Aleng bilangkan hari ini kami datang untuk mengambil pesangon dan kami datang. Kalau bangkrut ya dikasih lah pesangon kami, kan ada di undang-undang itu" kata K. br Sitorus.

Sejauh ini pihak kepolisian Sektor Siantar Timur yang diwakili Kanit Reskrim mendatangi Pabrik Mi Setia Baru dan melalukan mediasi dengan Aleng. (Dyk /tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved