Pilgub Sumut 2018

PKPI Menarik Dukungan dari JR Saragih? Berikut Penjelasan Wakil Ketua DPW PKPI Sumut

Isu cabut dukungan mencuat karena sejumlah orang mengenakan pakaian seragam PKPI mendaftar di KPU Sumut.

PKPI Menarik Dukungan dari JR Saragih? Berikut Penjelasan Wakil Ketua DPW PKPI Sumut
ilustrasi
Pilkada Sumut 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Jefri Susetio 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -  Beredar kabar Partai Partai Keadilan Persatuan Indonesia  menarik dukungan dari bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara JR Saragih dan Ance Selian. Hingga kini, belum ada keterangan resmi  tentang persoalan tersebut.

Isu PKPI mencabut dukungan dari JR Saragih mencuat karena sejumlah orang mengenakan pakaian seragam PKPI ikut menghadiri pendaftaran pasangan Djarot-Sihar di KPU Sumut. Padahal, sebelumnya, mereka juga mendampingi JR Saragih dan Ance Selian. Apakah PKPI masih dualisme?

Baca: JR Saragih dan Ance Semringah, Berkas Pencalonan Pilgub Diterima KPU Sumut

Baca: Besok, Bakal Pasangan Cagub dan Cawagub Sumut Tes Kesehatan di RSUP Adam Malik

“Kami masih satu, tidak dualisme, masih dibawa pimpinan Hendro Priyono sehingga satu. Emang kalau dualisme pakai surat apa mereka?” ujar wakil Ketua DPW PKPI Sumut Robi Agusman Harahap saat dihubungi, Tribun-Medan.com, Rabu (10/1/2018).

 Dia menambahkan, sebelumnya memang terdengar kabar PKPI menarik dukungan dari JR Saragih namun belum dapat dipastikan. Apalagi, ia baru pulang dari Padang Lawas Utara, sehingga belum mengetahui informasi apapun.

 “Memang ada dengar kabar cuma belum ada konfirmasi lebih lanjut, terakhir dapat kabar JR Saragih dan Ance Selian sudah memperbaiki berkas yang kurang,” katanya.

 Ia menceritakan, ihwalnya, PKPI memberikan dukungan kepada Tengku Erry Nuradi, namun hampir semua partai pendukung menarik dukungan. Dia berpendapat bila partai politik sudah ikut mendaftar di KPU tidak boleh menarik dukungan.

 Dia menyampaikan, hingga kini belum melihat adanya surat resmi penarikan dukungan dari JR Saragih dan penertiban dukungan kepada Djarot Saiful Yusuf. Karena itu, informasi yang beredar belum tentu benar karena surat pembatalan dukungan belum beredar luas.

 “Kalau tarik dukungan tidak mungkin karena malu jilat ludah sendiri,” ujarnya.(tio)

Penulis: jefrisusetio
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved