Edisi Cetak Tribun Medan

Siswa 'Siluman' Banyak Anak Pejabat, Polda Sumut Akan Periksa Orangtua Pelajar

Arist menjadi sorotan karena mendukung orangtua peserta didik ilegal ke sekolah negeri tanpa melalui jalur PPDB Online.

TRIBUN MEDAN/ Victory
Ketua Komnas HAM Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait saat berdialog dengan siswa ilegal SMA Negeri 2 Medan, di Kantor Pemprov Sumut, Jl. Dipenegoro Medan. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Masih ingatkah polemik Kapolsek dan pengusaha kaya yang memanipulasi surat keterangan miskin agar anaknya masuk sebagai 'siswa siluman' ke sekolah negeri favorit? Setelah tindakan ilegal terbongkar, akhirnya, kedua pelajar dikeluarkan dari SMA Negeri 1 Medan.

Imbas temuan itu, hingga Selasa (16/1), ratusan siswa masih masih terkatung-katung.
Lamanya penyelesaian masalah 'siswa siluman' ini diduga karena di antara para pelajar terdapat putra-putri pejabat, termasuk di yang bekerja di Dinas Dinas Pendidikan dan kepolisian.

Informasi ini dikemukakan Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sumut Abyadi Siregar.

"Kenapa mereka masih saja membandal, melawan Dinas Pendidikan Sumatera Utara. ini perlu kita pertanyakan. Bahkan mendatangkan Arist Merdeka Sirait. Yang kita dengar, informasinya ada anak pejabat dan polisi di antara siswa siluman ini," ujar Abyadi Siregar.

Baca: Perpecahan di Partai Hanura, Sapta Odang Pecat Sudding, Herry Lontung Jadi Sekjen

Baca: Tonton Keseruan Bakal Calon Gubernur Sumut, Djarot Bernyanyi Bersama Pengamen Jalanan

Mengenai adanya informasi terapat anak pejabat Dinas Pendidikan dan pejabat polisi yang menjadi siswa siluman tersebut, Kepala UPTD Medan Selatan, Drs Ramadhan Zuhri Bintang mengaku kurang mengtahui. Ia janji coba melihat data-data dari siswa siluman.

"Kalau itu tidak tahu kita. Kita tidak tahu itu anak siapa. Anak-anaknya yang kita tahu namanya saja, siapa orang tuanya tidak kita ketahui," ujarnya.

Kini, penyidik Polda Sumut pun berencana orangtua para pelajar, Kamis besok. "Besok dan kamis kita akan panggil orangtua siswa untuk datang ke sini (Polda Sumut, Red)," kata Kepala Subdirektorat (Kasubdit III)/Tipikor Ditreskreskrimsus Polda Sumut AKBP Doni Sembiring kepada Harian Tribun Medan/online Tribun-Medan.com.

Menurut Doni, kasus siswa titipan masih menjadi permasalahan dan akan terus ditindaklanjuti Ditkrimsus Polda Sumut. Ia mengatakan kasus siswa titipan dari SMA Negeri 2 dan SMA Negeri 13 masih dalam proses.

Halaman
1234
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved