NEWS VIDEO

Anggi Siswi SMA Tewas Mengenaskan di Kamar Mandi, Begini Reaksi Sang Ayah

Darmansyah mengatakan awalnya mengetahui anaknya Anggi Syahfitri Tanjung (17) tewas terbunuh, karena posisi pintu rumah

Penulis: M.Andimaz Kahfi |

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Darmansyah Tanjung (47), Ayah dari Anggi Syafitri Tanjung (17), korban pembunuhan sadis yang terjadi pada Jumat (19/1/2018) tampak tegar.

Ia menerima kenyataan anak keduanya tewas di terbunuh di rumahnya sendiri.

Ditemui di rumah duka di Jalan Letda Sujono, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (20/1/2018).

Darmansyah mengatakan awalnya mengetahui anaknya Anggi Syahfitri Tanjung (17) tewas terbunuh, karena posisi pintu rumah tidak bisa dibuka.

Baca: Warga Percut Geger, Siswi SMA Tewas di Kamar Mandi dengan Tangan dan Mulut Terikat

Lalu ia coba untuk telepon nomor handphone, yang rupanya nggak aktif, sontak hal tersebut semakin membuat Darman dan keluarga merasa curiga

”Kami kira dia masih di luar, rupanya pas di intip tidak ada orang, ternyata kunci Anggi terlihat ada di dalam rumah. Saat kami lihat kosong semua, saya minta tolong sama tetangga untuk dobrak pintu, lalu lihat kamar posisi acak-acakan. Mamanya langsung ke kamar mandi, terus nampaklah Anggi sudah telungkup dalam ember, dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Saya langsung menjerit histeris sehingga warga kampung berdatangan," kata Darman, Sabtu (20/1/2018).

Baca: Anggi Tewas dengan Kondisi Mengenaskan, Amir Han Lubis: Dialah Cucu Kesayangan Opung

Darman mengatakan tidak tahu pasti apakah ada indikasi orang terdekat yang menjadi pelaku pembunuhan anaknya. Sebab semua yang tinggal dirumah punya kunci masing-masing

“Dalam hati saya sempat mengatakan “apa anak saya mati bunuh diri, karena kadang-kadang kan anak gadis bisa punya masalah, atau sakit hati sama orangtua," ujarnya.

Seketika ia langsung mengecek barang-barang yang berserakan.

Ternyata benar banyak barang-barang di rumah yang hilang, HP, BPKB Honda Vario, Laptop hingga uang Pramuka sebesar Rp 1.770.000 ribu, yang terkumpul selama Anggi menjadi bendara di Pramuka sekolah

Terlihat Darmansyah berusaha lapang dada melepas kepergian putri keduanya tersebut.

Walaupun berat tapi Darman tegar, bahkan ia tak meminta pembunuh anaknya di beri tindakan tegas terukur, karena menurutnya nggak mungkin lagi Anggi bisa kembali.

"Kita nggak paham hukum, pokoknya sepenuhnya saya serahkan semuanya sama pihak yang berwajib," pungkas Darmansyah.(*)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved