Breaking News:

Kapolda Sumut Besuk Bocah Perempuan Korban Kekerasan Ibu Kandung dan Ayah Tiri

Paulus Waterpauw juga melakukan dialog dengan keluarga korban untuk mendengar keseharian dan perkembangan bocah 6 tahun ini.

Penulis: akb lama |
Tribun Medan / Sofyan Akbar
Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw saat membesuk SAN korban kekerasan orangtuanya yang sekarang di rawat di Ruang Rindu B lantai tiga RSU H Adam Malik, Sabtu (20/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Sofyan Akbar

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw membesuk SAN bocah perempuan berusia 6 tahun yang di rawat di Ruang Rindu B lantai tiga RSU H Adam Malik karena dianiaya orangtuanya.

Kedatangan orang nomor satu di Polda Sumut ini untuk memantau perkembangan kondisi fisik dan mental korban.

Paulus Waterpauw juga melakukan dialog dengan keluarga korban untuk mendengar keseharian dan perkembangan bocah 6 tahun ini.

"Kita ke sini untuk memberikan penghiburan dan berikan buah tangan kepada SAN," katanya pascamelihat kondisi Siti di RSUP Adam Malik, Sabtu (20/1/2018).

Ia menceritakan, pihak kepolisian menerima laporan dari M Taufik Siregar dan mengeluarkan surat laporan No. LP/07/I/2018/SU/TAPSEL/TPS BOLAK/SUMUT, tanggal 9 Januari 2018.

Baca: Dikepung Polisi, Bandar Sabu di Gunung Maligas Tak Berkutik

Ia mengatakan pelapor (M Taufik Siregar) pada hari Selasa 9 Januari 2018 silam mendapat informasi adanya tindak pidana penganiayaan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan ibu kandungnya dan ayah tirinya.

Alhasil korban mengalami luka memar pada bagian kepala belakang, mata dan beberapa bagian tubuh lainnya.

"Sampai saat ini korban masih dirawat di rumah sakit atas perilaku orangtuanya,"kata Kapolda.

Ia mengatakan SAN mendapat tindakan penganiayaan di dalam Rumah Gubuk di Perkebunan Desa Hutaimbaru, Kecamatan Halongonan Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara yang terjadi pada Minggu (7/1/2018).

Maka dari itu, sambung Kapolda, Polda Sumut telah melakukan berbagai tindakan kepolisian dalam menindak lanjuti kasus tersebut.

"Informasi sementara dari Kapolsek bahwa korban sering menangis dan ayah tiri korban yang sering mabuk-mabukan sehingga ayah tiri korban melakukan tindak kekerasan terhadap korban,"ujar Waterpauw.

Sampai saat ini kata Paulus, Ayah tiri korban masih dalam tahap pencarian untuk dapat dilakukan penangkapan dan pemeriksaan terhadap tersangka.

"Kita melakukan kegiatan kunjungan ke rumah sakit ini dan melihat Siti sebagai wujud bahwa Polda Sumut ada untuk melayani masyarakat. Selain itu juga untuk memberikan motivasi dan penghibur kepada SAN yang masih di bawah umur,"katanya.

Tersangka akan dikenakan pasal 80 ayat (4) Jo 76 C RUU No 35 Tahun 2014.

"Kita akan terus mencari keberadaan ayah tiri korban," ujar Paulus.(*)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved