Breaking News:

Pembahasan Siswa Siluman Alot, Adu Argumen Ortu Peserta Didik dengan Pemprov Sumut

Oknum orangtua peserta didik ilegal itu sempat menyinggung Nurhajizah ketika menyampaikan pendapatny

Penulis: | Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/ Nanda F Batubara
Pertemuan antara orangtua peserta didik ilegal dengan Pemprov Sumut di Gedung Binagraha Pemprov Sumut Jalan Pangeran Diponegoro, Medan (23/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda F. Batubara

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejumlah orangtua peserta didik ilegal asal SMAN 2 Medan mengusulkan agar anak mereka masuk dalam sistem kelas terbuka di sekolah tersebut.

"Berdasarkan masukan tadi maka besok kita akan ke Jakarta untuk konsultasi kepada Kementerian atau ke Bekasi. Karena katanya di SMAN 10 Bekasi mereka membuka kelas terbuka saat menemui persoalan seperti ini," ujar Wakil Gubernur Sumut Nurhajizah Marpaung saat pertemuan antara orangtua peserta didik ilegal SMAN 2 dan SMAN 13 Medan dengan Pemprov Sumut di Gedung Binagraha Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Selasa (23/1/2018).

Baca: Miris! Di Puskesmas Haranggaol Dokter Cuma Dinas Hari Senin, JR Saragih Berang Bukan Kepalang

Baca: Komunitas Medan Yosakoi Tim Ikut Meriahkan Perayaan 60 Tahun Persahabatan Indonesia-Jepang

Pertemuan antara peserta didik ilegal dengan Pemprov Sumut ini berlangsung alot. Keduanya terlibat adu argumentasi.

Pada penghujung rapat ini, orangtua peserta didik meminta Wakil Gubernur Sumut Nurhajizah Marpaung mengeluarkan hak diskresi untuk menerima peserta didik ilegal tersebut.

Bahkan, oknum orangtua peserta didik ilegal itu sempat menyinggung Nurhajizah ketika menyampaikan pendapatnya.

"Ibu kan masa tugasnya sudah sebentar lagi, tidak bisa lanjut lagi, jadi beri lah kenangan indah buat kami," katanya.

Mendengar hal ini, Nurhajizah spontan menyanggah ucapan orangtua peserta didik itu.

"Tolong sampaikan yang baik, jangan begitu. Kita ini mau membantu," kata Nurhajizah.

Hasil pertemuan ini antara lain adalah rencana kunjungan konsultasi yang akan dilakukan Nurhajizah bersama perwakilan orang peserta didik ilegal ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mereka akan berkonsultasi soal nasib peserta didik ilegal tersebut.
(nan/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved