Tim SAR Kesulitan Temukan Korban Tenggelam di Danau Toba

"Jika dilihat dari derasnya arus bawah, ditambah banyaknya jangkar serta tali yang menahan kerambah"

Tim SAR Kesulitan Temukan Korban Tenggelam di Danau Toba
Bupati Simalungun JR Saragih ikut melakukan pencarian korban tenggelam di Danau Toba. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, RAYA - Yudhistira Susanto (17) korban tenggelam di perairan Haranggaol, Danau Toba belum juga ditemukan pasca memberi makan di area Kerambah Jaring Apung. Tim SAR gabungan mengalami kesulitan menemukan Yudhistira.

Ketua Tim SAR Rocky Y Manik mengatakan jika dilihat dari lokasi tenggelamnyab maka waktu pencarian bisa memakan waktu hingga tiga hari. Katanya, aeus bawah, jangkar dan tali penahan kerambah membuat sulit menemukan korban.

"Jika dilihat dari derasnya arus bawah, ditambah banyaknya jangkar serta tali yang menahan kerambah membuat kami sulit untuk mencarinya. Tetapi, proses pencarian kita maksimalkan," katanya, Selasa sore (23/1/21018).

Ayah korban Heri Susanto terlihat di lokasi. Ia berharap anaknya lelas ditemukan. Ia terlihat bermual murung sambil menceritakan bahwa anaknya itu sedang berenang ke kerambah yang ada di seberangnya. Katanyab Yudhistira Susanto ingin memantau kondisi kerambahnya, mungkin karena tidak kuat berakibat tenggelam.

Baca: Pejabat Disdik Sumut Disebut - sebut Terlibat Sisip Peserta Didik Ilegal

Baca: Go River Lestarikan Sungai Deli, yang Merasa Tertantang Boleh Ikut Bergabung

Kata Humas Polres Simalungun Fritsel, sesuai informasi Kapolsek AKP Purba R Turnip, bahwa Yudhistira hilang tenggelam sejak Senin (22/1/2018 pukul 16.30 WIB. Yudhistira tenggelam di Danau Toba, tepatnya tepatnya di Pantai Tapian RT IV Kelurahan Haranggaol Kecamatan Haranggaol Horisan, Kabupaten Simalungun.

Sebelum tenggelam, Yudhistira bersama rekannya Risky Adinata, Leo Siregar, Jodi Tua Purba. Mereka berangkat dari pinggir pantai Haranggaol menuju Kerambah Jaring Apung ( KJA) milik Nanda Hutahaean dengan tujuan untuk memberi makan ikan.

"Korban bersama-sama memberi makan ikan, kemudian setelah memberi makan ikan, mereka beristirahat ( tidur-tiduran) di Kerambah Jaring Apung Nanda. Pada pukul 16.30 WIB, saksi atas nama Risky melihat korban terbangun dari tidurnya dan melompat ke Danau Toba. Risky sempat bertanya mau kemana, namun tidak dijawab korban," kata Fritsel.

Melihat Yudhistira menyemplung ke Danau Toba, Risky kembali bertanya soal kebisaan korbam untuk berenang. Saat itu korban mengaku bisa dan pandai berenang. Kemudian saksi lain, Leo meminta kepada korban untuk mengantarkan celana sambil berenang ke seberang KJA.

"Leo minta supaya korban antarkan celana Paskalis Malau ke seberang KJA berjarak 10 meter. Dan korban menjawab sinilah, dan sambil mengigit celana milik Paskalis Malau korban berenang untuk menyebrangi danau," ungkap Fritsel menirukan perbincanngan korbam dan rekanya.

"Namun belum sampai di tempat tujuan, Risky melihat korban sudah mulai kehabisan tenaga untuk melanjutkan berenang, sehingga ia berinisiatif melompat ke Danau Toba untuk membantu korban. Namun korban tidak terselamatkan dan akhirnya tenggelam di Danau Toba," jelas Fritsel.

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved