Edisi Cetak Tribun Medan

Nama SBY Disebut dalam Kasus Korupsi e-KTP, Gamawan Marah

permintaan itu ditolak SBY. Namun, SBY menolak menghentikan proyek e-KTP yang sedang berlangsung.

tribunnews.com
Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Tribunnews.com) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Mantan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Mirwan Amir menyebut nama koleganya, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dalam persidangan kasus dugaan korupsi program KTP elektronik (e-KTP).

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Demokrat Ferdinand Hutahaean menegaskan, kalaupun pernyataan tersebut betul, tidak serta-merta membuktikan mantan presiden terlibat.

"Saya menyampaikan ke Pak SBY agar e-KTP tidak diteruskan," ujar Mirwan saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (25/1). Mirwan bersaksi untuk terdakwa Setya Novanto.

Mirwan Amir mengaku pernah meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghentikan proyek pengadaan KTP elektronik (e-KTP).

Namun, permintaan itu ditolak SBY. Namun, SBY menolak menghentikan proyek e-KTP yang sedang berlangsung. Alasannya, karena saat itu menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah.
"Tanggapan Bapak SBY karena ini menuju pilkada, jadi proyek ini harus diteruskan," kata Mirwan.

Baca: Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Siap Maju ke Pilpres 2019

Baca: Sial! Maulana Dilempari Batu, Temannya Malah Asyik Berduaan dengan Janda

Komisi Pemberantasan Korupsi menyebut dari proyek bernilai Rp 5,9 triliun e-KTP yang diselenggarakan tahun 2010, diduga merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun.

Menurut penuturan Mirwan, ia menyampaikan saran itu langsung kepada SBY di kediaman keluarga SBY di Puri Cikeas, ketika proyek e-KTP tersebut masih dalam tahap persiapan.

"Pernah saya sampaikan (kepada SBY), bahwa program e-KTP ini lebih baik tidak dilanjutkan. Maka dari itu Pak Yusnan (Pengusaha sekaligus kader Partai Gerindra, Yusnan Solihin, Red) membuat surat yang ditujukan kepada pemerintahan pemenang pemilu 2009 dan saya juga percaya dengan pak Yusnan kalau memang program ini tidak baik jangan dilanjutkan," ujar Mirwan, yang kini hengkang dari Partai Demokrat menjadi Ketua DPP Hanura.

Halaman
1234
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Warta kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved