Alamak

Ditolak Lamarannya Gara-gara Tato, Seorang Pria Rela Terbang ke Jakarta

"Dengan dihapusnya tato yang ada di dalam tubuh merupakan salah satu cara untuk menyempurnakan pelaksanaan harian,"

Ditolak Lamarannya Gara-gara Tato, Seorang Pria Rela Terbang ke Jakarta
Warta Kota/Joko Supriyanto
Salah satu peserta yang mengikuti program layanan hapus tato yang digelar di Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta pada Sabtu (27/1/2018). (Warta Kota/Joko Supriyanto) 

TRIBUN-MEDAN.com - Terlepas dari agama sebagian orang menganggap tato bagian dari sebuah seni.

Banyak dari mereka merelakan bagian tubuhnya untuk dilukis demi kepuasan pribadi.

Namun, tampaknya tidak semua orang yang memiliki tato memiliki lika-liku kehidupan yang terbilang cukup bagus.

Pria kelahiran Jawa Tengah ini mengungapkan keinginannya untuk menghapus seluruh tato yang ada di bagian tubuhnya.

Walau cukup berat hati, ia mengaku sudah  siap untuk melakukan hal tersebut.

"Rencana mau semuanya dihapus, tapi ini satu dulu saja. Pengin aja berubah," kata Zainal saat ditemui, Sabtu (27/1/2018).

Zainal mengaku pertama kali mengoreskan tinta di bagian tubuhnya pada 2013 silam.

Saat itu, pergaulan dan lingkungan mengubahnya untuk membuat tato di tangan kanannya.

Anggapan keren dan sebagai seni menjadi awal niatan ia membuat tato, hingga akhirnya kini empat tato tergambar di beberapa bagian tubuhnya, termasuk di dada.

Namun seiringnya waktu, ia berniat untuk menghapus tato yang di bagian tubuhnya.

Halaman
1234
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Warta kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved