Hati-hati Jemaah Haji Masuk Masjid di Arab Saudi dalam Keadaan Bau Badan Bisa Didenda

Masuk ke dalam masjid di Arab Saudi dalam keadaan bau badan bisa dikenai sanksi denda.

Hati-hati Jemaah Haji Masuk Masjid di Arab Saudi dalam Keadaan Bau Badan Bisa Didenda
Berpakaian tak pantas dan berbau badan saat mendatangi masjid di Arab Saudi di masa mendatang bakal dikenai sanksi denda.(Mohammed Al Shaikh / AFP) 

TRIBUN-MEDAN.com, RIYADH - Masuk ke dalam masjid di Arab Saudi dalam keadaan bau badan bisa dikenai sanksi denda.

Hal tersebut dimungkinkan terjadi apabila pemerintah Saudi mengesahkan peraturan sosial baru yang diajukan Dewan Syuro Arab Saudi.

Sebanyak 45 peraturan sosial dilaporkan telah disiapkan Dewan Syuro Arab Saudi dengan disertai sanksi denda hingga 800 dolar AS atau sekitar Rp 10,7 juta bagi mereka yang melanggar.

Mengutip dari The New Arab, beberapa aturan sosial yang akan diajukan tersebut di antaranya larangan memasuki masjid dalam keadaan bau badan, mempertunjukkan pakaian dalam di depan umum, melakukan tindakan rasis dan lain sebagainya.

Daftar lengkap peraturan baru tersebut telah mulai disosialisasikan melalui surat kabar pemerintah Okaz pada Minggu (28/1/2018).

Anggota Dewan Syuro Dr Fayez al-Shahri menyampaikan, pemberlakuan peraturan sosial baru tersebut ditujukan untuk membatasi penyalahgunaan kebebasan pribadi di masyarakat.

Warga pun mulai ramai di media sosial dengan menyampaikan kritikan mereka atas sejumlah peraturan yang tidak masuk akal.

Salah satunya larangan memasuki masjid dalam keadaan bau badan dan berpakaian tak pantas atau kotor.

Aturan itu disebut bakal menyusahkan para pekerja untuk menjalankan shalat setelah bekerja di luar ruang yang berdebu dan di bawah terik matahari.

Meski ada sejumlah aturan yang dikritik, namun sebagian besar ternyata justru mendapat dukungan masyarakat.

Sejumlah aturan sosial yang diajukan Dewan Syuro termasuk sanksi bagi penyalahgunakan hak orang-orang cacat, vandalisme di ruang publik, memotong antrean, melukai hewan, dan berbagai pelanggaran privasi lainnya.

Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved