Ampera Desak Kejaksaan Simalungun Usut Dugaan Korupsi Dinas PSDA

Massa aksi yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Rakyat (Ampera) menggelar aksi tuntutan ke Kejaksaan Negeri Simalungun.

Ampera Desak Kejaksaan Simalungun Usut Dugaan Korupsi Dinas PSDA
Tribun Medan/Dedy Kurniawan
Massa Ampera mendemo Kejari Simalungun terkait dugaan korupsi di Dinas PSDA Simalungun, Kamis (1/2/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, RAYA - Massa aksi yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Rakyat (Ampera) menggelar aksi tuntutan ke Kejaksaan Negeri Simalungun.

Massa mendesak agar Kejalari Simalungun mengusut dugaan korupsi di Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Kabupaten Simalungun, Jalan Asahan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Kamis (1/2/2018)

Puluhan massa datang bersamaan dengan membawa spanduk yang bertulis dugaan korupsi di PSDA Simalungun.

Mereka menyuarakan adanya dugaan korupsi optimalisasi fungsi jaringan irigasi tahun anggaran 2016 senilai kurang lebih Rp 11,3 miliar pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Simalungun.

Diduga telah merugikan negara senilai kurang lebih Rp 3,2 miliar.

Baca: Mengaku Jadi Korban Kebobrokan Sistem Birokrasi, Maringan Menangis di Pengadilan

Secara bergantian, satu per satu perwakilan Ampera menyampaika orasinya. Mereka meminta Kejari Simalungun mengusut tuntas kasus tersebut. Suasana sempat memanas lantaranmassa ditahan di luar gerbang, massa tidak dibolehkan masuk ke area kantor Kejari Simalungun.

Petugas Kejari Simalungun dibantu personel Polres Sumalungun untuk menahan massa agar tidak masuk ke dalam gedung. Aksi saling dorong antara mssa dan aparat pun terjadi.

Tak puas berorasi di luar gedung, sekitar 30 menit berunjuk rasa, Ampera tetap berupaya dan memaksa masuk ke kantor Kejari. Pagar yang ditutup pun digoyang-goyang massa aksi.

Halaman
12
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved