Jadi Tangan Kanan Bandar Sabu, Budi Antoni Divonis 10 Tahun Penjara

Budi Antoni yang dikenal berperan sebagai orang kepercayaan bandar sabusabu berinisial JS (DPO) disidang dalam agenda pembacaan vonis.

Jadi Tangan Kanan Bandar Sabu, Budi Antoni Divonis 10 Tahun Penjara
Tribun Medan/Dedy Kurniawan
Budi Antoni (kiri) Divonis 10 Tahun Penjara di Pengadilan Negeri Siantar bersama kurir bernama M Saleh. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, SIANTAR - Budi Antoni yang dikenal berperan sebagai orang kepercayaan bandar sabusabu berinisial JS (DPO) disidang dalam agenda pembacaan vonis.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Siantar memvonis 10 tahun penjara terhadap Budi Antoni, Kamis (1/2/2018)

Budi Antoni divonis dengan barang bukti 320 paket +1 paket ukuran besar seberat 159,48 gram. Selain Dia, kurirnya, M Saleh Nasution divonis penjara 9 tahun dengan barang bukti 24 paket sabu atau seberat 3,2 gram.

Budi dan Saleh divonis sesuai fakta persidangan yang digelar oleh majelis hakim diketuai Fitra Dewi Nasution dibantu dua rekannya yakni M Nuzuli dan Simon Charles Pangihutan Sitorus.

Baca: Rugikan Negara Rp 442 juta, PPK dan Rekanan Dinas PU Serdangbedagai Diadili

Dalam sidang, Hakim Fitra menegaskan bahwa Budi Antoni warga Perumahan Graha Harmoni Blok B, Rambung Merah, Kabupaten Simalungun terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak menjadi perantara narkotika golong I bukan tanaman dengan berat melebihi 5 gram.

"Perbuatan terdakwa melanggar pasal 114 ayat 2 undang-undanh nomor 35 tahun 2009," tegas hakim.

Lanjut hakim kepada terdakwa M Saleh disampaikan adalah warga Jalan Sibatu-batu, Perumahan Medan, Kelurahan Bah Kapul, Kecamatan Siantar Sitalasari dan Jalan Serdang Gang Langgar, Kecamatan Siantar Barat.

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah bersalah dan meyakinkan melakukan tindak pidana tanpa hak menjadi perantara narkotika golong I bukan tanaman. Perbuatan terdakwa diatur dalam pasal 114 ayat 1 undang-undang nomor 35 tahun 2009," ujar Fitra.

Putusan majelis hakim kepada kedua penyalhguna narkotika sabusabu ini sesuai tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) pada sidang yang digelar Desember 2017 lalu. Terkait putusan, kedua terdakwa yang didampingi penasehat hukum Alex Harefa dan JPU menyatakan pikir-pikir. 

Diketahui keduanya diciduk Badan Narkotika Nasional Kota Pematangsiantar dengan mengamankan 3,2 gram narkotika sabusabu di Jalan H Ulakma Sinaga Kelurahan Asuhan Kecamatan Siantar Sitalasari sekitar Agustus 2017 silam. 

Dari kedua orang diamankan masing masing dari M Saleh disita barang bukti satu plastik warna merah yang terdapat 1 pasang sepatu dan satu kantung plastik biru berisi 24 paket diduga sabusabu berisi 3,2 gram. Sedangkan dari Budi Antoni diamankan 320 paket diduga sabusabu seberat 158, 48 gram.

"Kepada keduanya dikenakan pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009. Keduanya diancam 20 tahun penjara," kata Kasi Berantas BNNK Siantar P Ketaren.(*)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved