Pedagang Pasar Kampung Lalang Ingin Ngadu ke Djarot, Relokasi Tidak Memadai, Omzet pun Menurun

Selain tempat relokasi sementara yang tidak memadai, omset para pedagang setiap harinya terus menurun.

Pedagang Pasar Kampung Lalang Ingin Ngadu ke Djarot, Relokasi Tidak Memadai, Omzet pun Menurun
TRIBUN-MEDAN/Fatah Baginda Gorby
Para pedagang Kampung Lalang saat diwawancara Tribun, Kamis (1/2//2018) 

Laporan Wartawan Tribun-Medan, Fatah Baginda Gorby

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tak jelas ingin berjualan di mana, Setia Juang Perangin-angin mengeluhkan proyek pembangunan Pasar Kampung Lalang yang terkesan lambat. 

Menurutnya,  selain tempat relokasi sementara yang tidak memadai, omzet para pedagang setiap harinya terus menurun.

"Bayangkan  di lokasi sementara menampung 732 pedagang, lokasi sumpek belum lagi para pedagang yang berada di pinggir jalan ini. Pembeli enggan datang dan berpindah ke pasar lain," ujarnya kepada tribun-medan.com, Kamos (1/2/2018).

Setia menjelaskan pihaknya mengalami penurunan omset yang terhitung banyak, yakni 70 persen dibanding keadaan semula.

"Pemko ini membohong Bapak Presiden Joko Widodo. Kami mendukung program revitalisasi pasar, tapi pemko terkesan asal-asal saja," ujarnya.

Baca: Sambut Imlek, Vinkoo Creativent Gelar Bazaar Jakarta Festival 2018, Dimeriahkan 50 Booth Fashion

Baca: MIRIS! Begini Kondisi Warga yang Tinggal di Gubuk, Tak Jauh dari Gerbang Tol Medan- Binjai

Berangkat dari hal tersebut, Pedagang Ikan Mas tersebut berniat ingin bertemu Bakal Calon Gubernur Sumut Djarot Syaiful Hidayat, untuk mengadu.

"Kami ingin berdialog. Terus terang di bahu Pak Djarot kami percaya. Kami belum pernah bertemu, tetapi entah mengapa, kami tahu Djarot akan membenahi pasar-pasar tradisional ini," ungkapnya.

 Setia menuturkan, pihaknya telah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada gabungan pimpinan, anggota Komisi C dan D, Desember lalu.

 Isinya, setelah pelaksanaan pekerjaan hingga akhir 2017 akan ditambah lagi selama 90 hari kerja di tahun anggaran 2018.

"Kami pesimis itu selesai. Bayangkan saja para pekerja proyek itu berkata, gajinya tersendat dibayarkan," ungkapnya. (cr7/tribun-medan.com)

Penulis: Fatah Baginda Gorby Siregar
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved